Kalteng

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kalteng Ajak Masyarakat Bergerak Nyata Hadapi Krisis Iklim

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Pasar Kahayan, Palangka Raya, Jumat (6/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “ACT Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim Demi Masa Depan Bumi yang Lebih Berkelanjutan.”

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mendorong aksi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, mengatakan bahwa gerakan peduli lingkungan dan pengelolaan sampah terus menjadi perhatian pemerintah. Sejalan dengan program Presiden Republik Indonesia, kegiatan bersih-bersih lingkungan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran pemerintah, termasuk di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

“Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembersihan kawasan Pasar Kahayan. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah, dikumpulkan, dan ditimbang sebagai bagian dari pendataan sampah nasional,” ujarnya.

Menurut Joni, persoalan sampah saat ini telah menjadi tantangan serius yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan sampah yang baik dan benar.

“Kita harus mulai belajar mengelola sampah dari rumah tangga. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan dan pencemaran,” katanya.

Lebih lanjut, Joni menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengelolaan sampah melalui berbagai program dan dukungan anggaran. 

Sejak tahun 2025, pemerintah telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, termasuk pembangunan fasilitas daur ulang di Kabupaten Kotawaringin Barat serta bantuan armada pengangkut sampah dan peralatan pendukung lainnya kepada kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

“Meski tahun ini terdapat efisiensi anggaran, kami tetap mengusulkan berbagai program pengelolaan sampah agar dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Muhammad Jumhur Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 harus menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bumi.

Menurutnya, tema “ACT Now for Climate” merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk segera mengambil langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim demi mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Ia menyebutkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis planet (triple planetary crisis), yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga krisis tersebut saling berkaitan dan berpotensi mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta sosial di tingkat global.

“Isu lingkungan hidup saat ini menjadi isu yang sangat krusial bagi keberlangsungan generasi mendatang. Karena itu, diperlukan kerja sama dan aksi nyata dari seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan bumi,” ujarnya.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sekaligus mendorong lahirnya berbagai aksi nyata dalam pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments