Berita Lain
news
Kalteng

Disdagperin Kalteng dan Polda Turun Tangan, Temukan Pangan Berformalin dan Pewarna Berbahaya di Pasar Palangka Raya

Palangka Raya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Perlindungan Konsumen bersama Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kalteng melakukan pengecekan sekaligus sosialisasi kepada para pedagang di Pasar Besar dan Pasar Kahayan, Kota Palangka Raya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil pengawasan sebelumnya yang dilakukan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di mana ditemukan sejumlah produk pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah melalui Bidang Perlindungan Konsumen, Maskur, S.E., mengatakan kegiatan ini difokuskan pada pembinaan pedagang yang sebelumnya kedapatan menjual produk mengandung zat berbahaya.

“Ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan kami bersama BPOM sebelumnya, di mana ditemukan formalin pada teri nasi dan cumi asin, serta Rhodamin B pada terasi dari pulau Madura. Setelah hasilnya positif, kami langsung melakukan pembinaan dan meminta pedagang menarik barang dagangannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan dilakukan secara bertahap dan persuasif, mulai dari teguran lisan hingga surat peringatan tertulis.

“Kami sudah melakukan pembinaan secara lisan satu kali, dua kali, sampai tiga kali. 

Setelah itu kami juga menyurati pedagang. Alhamdulillah, saat pengecekan terakhir sebagian besar barang tersebut sudah tidak ditemukan lagi beredar,” jelas Maskur.

Namun demikian, petugas masih menemukan satu pedagang di Pasar Kahayan yang menjual teri nasi yang diduga serupa dengan temuan sebelumnya.

"Ke depan akan terus kami pantau. Kalau masih ditemukan dan hasil uji kembali positif, maka akan kami serahkan ke pihak berwenang untuk proses lebih lanjut. 

Pemerintah pada dasarnya mengedepankan pembinaan, tapi kalau tetap membandel tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melindungi konsumen serta meningkatkan kesadaran pedagang agar hanya menjual produk pangan yang aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

(Era Suhertini)

news
Barut

Barito Utara Siap Sukseskan Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara berpartisipasi dalam persiapan menjelang perhelatan akbar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Hal ini ditegaskan melalui partisipasi aktif Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, M.AP, dalam rapat koordinasi daring bersama Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri), Kamis (29/1).

Bertempat di Ruang Rapat C Sekretariat Daerah, Sekda Muhlis hadir didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Rapat yang dipimpin oleh Itjen Kemendagri tersebut bertujuan menyelaraskan persepsi dan kesiapan teknis seluruh pemerintah daerah sebelum Rakornas resmi digelar pada Senin mendatang di Sentul, Bogor.

Itjen Kemedagri menekankan pentingnya penguatan pengawasan, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung arah pembangunan nasional tahun 2026.

Usai mengikuti pertemuan tersebut, Sekda Muhlis menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen penuh untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam Rakornas mendatang.

"Keikutsertaan kami dalam koordinasi bersama Itjen Kemendagri ini adalah langkah krusial untuk memastikan Barito Utara siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Kami ingin memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Rakornas secara optimal," ujar Muhlis.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat semakin solid guna mewujudkan target-target pembangunan nasional di masa mendatang.

(Ummi/Grecela)

news
Barut

RAT Koperasi Merah Putih Lanjas, Dorong Transparansi dan Adaptasi Teknologi

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor koperasi. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A.Md, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kelurahan Merah Putih Lanjas di Ruang Rapat A Setda Barito Utara, Kamis (29/01/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Felix Sonadie membacakan sambutan tertulis Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T. Ia menekankan bahwa RAT bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan jantung dari demokrasi ekonomi yang mengedepankan transparansi. Bupati juga menegaskan bahwa keberhasilan sebuah koperasi diukur dari sejauh mana pengurus mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada anggota.

"Rapat Anggota Tahunan merupakan wadah tertinggi dalam koperasi yang mencerminkan implementasi nyata prinsip demokrasi, transparansi, dan pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota," ujar Felix membacakan pesan Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Barito Utara berharap RAT Koperasi Kelurahan Merah Putih Lanjas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja koperasi selama satu tahun terakhir sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang relevan bagi pengembangan koperasi di masa mendatang. 

Pemerintah Kabupaten Barito Utara, menurut Bupati, senantiasa mendukung penguatan koperasi yang sehat, transparan, dan profesional, dengan tetap menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota, pengelolaan yang akuntabel, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi mengenai rencana kerja tahunan dan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan finansial koperasi di masa mendatang.

(Ummi/Grecela)

news
Kalteng

Bank Indonesia Rilis LPI 2025: Optimisme & Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi

Palangka Raya - Bank Indonesia secara resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada 28 Januari 2026. Laporan ini mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, yang memuat evaluasi kondisi ekonomi global dan domestik serta arah kebijakan Bank Indonesia pada 2026. Kegiatan Bertempat Di Aula Bank Indonesia (BI), Lantai 4 , Palangka Raya,Rabu (28/1/2026).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan tiga pesan utama dalam peluncuran LPI 2025: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. Optimisme perlu terus dibangun untuk memperkuat prospek ekonomi nasional, sementara komitmen BI dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi tetap tinggi. Sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan ekonomi juga menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan global.

Menurut laporan ini, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh 4,7–5,5% pada 2025, kemudian meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026, dan terus menguat ke kisaran 5,1–5,9% pada 2027. Inflasi diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5%±1% pada 2026–2027. Proyeksi pertumbuhan ini menunjukkan momentum positif dalam perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. 

Dalam LPI 2025, Bank Indonesia juga menyoroti lima area strategis yang harus menjadi fokus sinergi kebijakan, yaitu:

Memperkuat stabilitas perekonomian.

Mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam dan industrialisasi.

Memperkuat ekonomi kerakyatan.

Meningkatkan pembiayaan perekonomian.

Mengakselerasi digitalisasi ekonomi. 

Laporan Perekonomian Indonesia 2025 juga menjadi bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang tentang Bank Indonesia yang diperbarui. LPI 2025 diharapkan menjadi referensi kredibel dan berkualitas tentang perkembangan perekonomian dan arah kebijakan nasional ke depan. 

(Era Suhertini)