Berita Lain
news
P. Raya

Padat, Macet, dan Tak Ramah Pejalan Kaki

Palangka Raya – Jalan Bukit Kaminting Induk, Kota Palangka Raya, makin padat oleh lalu lintas kendaraan pribadi dan motor, terutama di jam sibuk.

Sayangnya, tidak ada fasilitas penyeberangan jalan yang layak, membuat pejalan kaki kesulitan dan terancam keselamatannya. Peristiwa ini penting karena mencerminkan minimnya perencanaan infrastruktur yang ramah bagi semua pengguna jalan, bukan hanya pengendara.

Kepadatan dan kemacetan yang terus meningkat juga menjadi tanda perlunya pengaturan lalu lintas yang lebih efektif serta perhatian terhadap keselamatan warga. Hal ini terjadi karena jumlah kendaraan terus bertambah, tapi fasilitas umum seperti trotoar dan tempat penyeberangan masih kurang. Kota butuh solusi seperti transportasi umum yang baik dan jalur pejalan kaki yang aman agar semua orang bisa beraktivitas dengan nyaman.

(ANISA BELLA)

news
P. Raya

Tumpukan Sampah di Jalan Yosudarso

Palangka Raya – Tumpukan sampah terlihat mengkhawatirkan di dekat Jalan besar Yosudarso, Palangka Raya.

Pemandangan ini memperlihatkan permasalahan serius dalam pengelolaan sampah kota yang belum tertangani dengan baik, mencemari ruang publik dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat di ibu kota Kalimantan Tengah. Situasi ini mendesak perlunya tindakan nyata dan solusi yang efektif untuk mengatasi krisis sampah perkotaan.

(ANISA BELLA)

news
P. Raya

Takut Tiba-Tiba Harga Naik, Warga Berbondong-Bondong Antri di Pom Bensin

Palangka Raya - Beberapa isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar luas di masyarakat karena fluktuasi harga minyak mentah dunia akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah menyebabkan masyarakat awam menduga-duga jika harga bahan bakar minyak di pom bensin turut naik akibat adanya konflik tersebut.

Faktanya, pemerintah dan pertamina menegaskan tidak ada kenaikan BBM subsidi (Pertalite/Solar) pada 1 April 2026 kemarin. Akan tetapi, beberapa kalangan masyarakat tampaknya belum mengetahui sepenuhnya. Hal ini terbukti dari ramainya antrean yang terjadi di pom bensin yang berlokasi di jalan Galaxy pada sore hari.

Terlihat jika banyak pengendara sepeda motor mendominasi pembelian BBM disana. Menurut gubernur Kalteng, stabilitas distribusi BBM sangat bergantung pada perilaku masyarakat dan pelaku usaha. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjaga situasi untuk tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan dengan aksi-aksi spekulatif.

Agustriar Sabran juga menyoroti kemungkinan buruk mengenai oknum-oknum yang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM. Beliau menegaskan jika pemerintah tak akan segan untuk mengambil tindakan jika diperlukan terkait pelanggaran seperti itu.

“Kalau ada penimbunan dan sebagainya, saya minta tindakan tegas. Kami sebagai gubernur akan merekomendasikan pencabutanizin jika diperlukan,” tegasnya.

Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak memperkeruh keadaan dengan aksi-aksi yang dinilai spekulatif.

(Viaini Nur Faidah)

news
P. Raya

Potret Pilu di Sudut Kota: Pedagang Keripik Tertunduk Lesu Menunggu Keajaiban

Palangka Raya - Sebuah pemandangan menyentuh hati yang terabadikan di kawasan jalan Galaxy Palangka Raya pada Minggu siang, 4 April 2026. Terlihat dalam foto tersebut jika pria itu bekerja sebagai seorang pedagang keripik keliling yang tak sengaja tertangkap kamera tengah tertunduk lesu di saat menunggu seorang pembeli datang menghampirinya.

Momen ini diduga kuat karena kelelahan hebat setelah hampir seharian bekerja dibawah teriknya sinar matahari. Pria yang belum diketahui identitasnya itu tampak menyandarkan tubuhnya pada gerobak, tempat ia menyimpan dagangannya.

Kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak orang untuk mencoba berbagai hal demi mendapatkan uang. Sama halnya yang dilakukan oleh pedagang keripik yang harus bekerja dengan ekstra keras untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah. Namun, perlu diketahui juga jika potret pedagang yang tertunduk lesu ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan kerasnya perjuangan hidup di jalanan.

Mari peduli sesama. Jika Anda tidak sengaja melintasi  jalan Galaxy dan bertemu pedagang yang sedang berjuang untuk hidup mereka, sedikit bantuan dari kita  adalah penyambung napas bagi mereka.

(Viaini Nur Faidah)