Palangka Raya - Program pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Palangka Raya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga awal Juni 2026, sebanyak tujuh unit koperasi telah selesai dibangun dan Kota Palangka Raya berhasil masuk peringkat empat besar nasional dalam capaian progres pembangunan program tersebut.
Hal itu disampaikan Dandim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf. Kurniawan Agung Sancoyo, S.E., M.Han., saat ditemui usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Pasar Kahayan, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Kurniawan, program Koperasi Merah Putih pada dasarnya dirancang untuk hadir di setiap desa dan kelurahan. Khusus di Kota Palangka Raya yang memiliki 30 kelurahan, saat ini terdapat 21 lokasi yang masuk dalam program pembangunan koperasi tersebut.
"Awalnya ada 19 lokasi, kemudian bertambah menjadi 21 lokasi. Saat ini seluruh lokasi tersebut sudah tergabung dalam program dan proses pembangunannya terus berjalan," ujarnya.
Dari jumlah tersebut, tujuh unit koperasi telah rampung dibangun, yakni di Kelurahan Tumbang tahai, Habaring Hurung, Sei Gohong, Petuk Ketimpun, Menteng, Kereng Bangkirai,dan Panarung.
Kurniawan menjelaskan, capaian pembangunan yang cukup cepat membuat Kota Palangka Raya menempati posisi keempat secara nasional dari total daerah yang melaksanakan program Koperasi Merah Putih.
"Palangka Raya saat ini berada di peringkat keempat nasional karena progres pembangunan yang berjalan baik dan sesuai target. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Juli 2026," katanya.
Meski demikian, beberapa tantangan masih dihadapi dalam proses pembangunan, terutama terkait pengadaan material konstruksi. Sejumlah bahan bangunan, khususnya besi, masih harus didatangkan dari Pulau Jawa agar memperoleh harga yang kompetitif.
Selain itu, kondisi geografis Palangka Raya yang didominasi lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri karena memerlukan pekerjaan penimbunan lahan sebelum pembangunan dapat dilakukan.
"Kendala utama ada pada pengadaan material dan kondisi lahan gambut. Namun sejauh ini semua dapat diatasi dan pembangunan berjalan lancar. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan yang sangat baik," ungkapnya.
Terkait operasional, Kurniawan menjelaskan bahwa koperasi yang telah selesai dibangun belum sepenuhnya beroperasi. Operasionalisasi akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh fasilitas pendukung tersedia.
Ia menambahkan, koperasi yang telah diluncurkan pemerintah pusat nantinya akan dilengkapi berbagai sarana pendukung, seperti satu unit truk, satu unit kendaraan pikap, serta tiga unit kendaraan roda tiga untuk menunjang aktivitas operasional dan distribusi usaha koperasi.
Menariknya, pada salah satu lokasi koperasi di kawasan Sabaru, desain bangunan turut mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar. Area depan koperasi disiapkan sebagai ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berjualan dan mengembangkan usahanya.
"Kami ingin keberadaan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang," tutupnya.
(Era Suhertini)
0 Comments