P. Raya

CKCM 2026 Jadi Ruang Regenerasi Seniman, Pemprov Kalteng Dorong Talenta Muda Terus Berkarya

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya daerah melalui ruang kreativitas dan kolaborasi antar seniman. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melalui sambutan yang dibacakan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Adi Soeseno.

Adi Soeseno, dalam sambutannya pada kegiatan Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026, Yang Bertempat di UPT Taman Budaya, jalan Temanggung Tilung XIII, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (21/7/2026).

Adi Soeseno menyampaikan bahwa kesenian tidak sekadar menjadi bentuk hiburan, tetapi juga merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter, pelestarian identitas, dan kesejahteraan jiwa masyarakat. Ia mengaku bangga melihat ekosistem seni daerah di Kalimantan Tengah yang terus hidup dan berkembang secara dinamis.

Menurutnya, Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan hutan tropisnya, tetapi juga memiliki bentang talenta seni budaya yang sangat luas. Keragaman budaya di setiap wilayah menjadi kekuatan yang terus dikembangkan oleh para talenta muda melalui karya-karya inovatif tanpa meninggalkan nilai dan ruh budaya yang diwariskan para leluhur.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI. Mewakili Menteri Kebudayaan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Al Katiri, menilai CKCM menjadi contoh nyata keberhasilan daerah membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Cheryl Anelia Tanzil, menilai Keberhasilan CKCM.

Rangkaian CKCM 2026 menjadi salah satu upaya nyata dalam merawat dan mengembangkan potensi tersebut. Melalui program Central Kalimantan Choreographers Meeting bekerja sama dengan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya melalui skema MTN Lab Kemah Tari CKCM 2026, para peserta menghadirkan tafsir perjalanan dalam bentuk karya koreografi yang telah berlangsung sejak 15 Juli 2026.

Adi menilai, karya seni yang berkualitas lahir melalui proses yang panjang, mulai dari ruang inkubasi yang terstruktur, lokakarya intensif, hingga pembinaan yang terarah. Karena itu, Kemah Tari CKCM tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang bagi penari dan koreografer untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas kekaryaan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga disuguhkan Pentas Karya Maestro sebagai penampil kehormatan. Para maestro seni dan budaya disebut sebagai pahlawan pelestari budaya yang karya-karyanya menjadi arsip hidup mengenai sejarah, estetika, dan filosofi masyarakat Kalimantan Tengah.

Menurut Adi, karya para maestro harus menjadi inspirasi sekaligus kompas bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budayanya, meskipun terus melakukan eksplorasi dan inovasi dalam mengembangkan kesenian daerah.

Ke depan, ia berharap sinergi dan kolaborasi antar seniman, pemerintah, serta berbagai pihak dapat terus diperkuat. Manajemen seni yang baik dan ruang perjumpaan bagi para seniman dinilai penting untuk terus diwujudkan secara konsisten demi menjaga keberlanjutan ekosistem kebudayaan di Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, akan terus hadir dan mendukung berbagai upaya yang dapat memperkokoh ketahanan budaya, termasuk dengan memberikan apresiasi dan ruang bagi perkembangan seni di tengah masyarakat.

Menutup sambutannya, Adi Soeseno menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Kotawaringin Art Festival, Central Kalimantan Choreographers Meeting, dan MTN Lab Kemah Tari CKCM. Ia mengajak seluruh pelaku seni untuk terus berkarya, menjaga tradisi, serta mengharumkan nama Kalimantan Tengah melalui karya seni dan budaya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments