Palangka Raya - Anggota DPRD Palangkaraya, Sudarso S.E menilai keputusan pemerintah membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Palangka Raya itu pada Minggu (7/6/2026) menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga barang dan jasa apabila kenaikan BBM tetap diberlakukan.
“Ketika isu kenaikan BBM muncul, dampaknya langsung terasa pada psikologi pasar. Harga kebutuhan pokok biasanya ikut bergerak naik karena biaya distribusi diperkirakan meningkat. Dengan dibatalkannya kenaikan itu, kondisi ekonomi masyarakat bisa sedikit lebih tenang,” ujarnya.
Ia mengatakan, masyarakat saat ini masih menghadapi tekanan ekonomi akibat fluktuasi harga sejumlah kebutuhan dasar. Karena itu, kebijakan yang menjaga kestabilan harga dinilai sangat penting, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil.
Selain itu, DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah tetap memperkuat pengawasan distribusi barang dan menjaga stok kebutuhan pokok agar tidak terjadi spekulasi harga di lapangan. Pengawasan pasar dinilai perlu dilakukan secara rutin guna memastikan harga tetap terkendali dan menjaga inflasi tetap stabil.
(Olivia Teja)
0 Comments