Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, usai dilantik sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama oleh Gubernur Kalteng dalam pelantikan pejabat definitif di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelantikan berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Jumat (18/9/2026).
Adi mengatakan, Disbudpar Kalteng berkomitmen menjalankan visi, misi, serta program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, khususnya dalam bidang kebudayaan dan pariwisata.
Menurutnya, setiap perangkat daerah tidak dapat bekerja sendiri-sendiri. Seluruh program yang dijalankan harus mengacu pada arah pembangunan daerah yang telah ditetapkan pemerintah.
“Dasar kerja kita adalah menjalankan dan menyukseskan visi misi serta program prioritas yang telah ditetapkan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Adi.
Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki potensi budaya dan pariwisata yang besar sehingga perlu terus diinventarisasi, dikembangkan, dan diakselerasi. Namun, pengembangannya tetap harus berada dalam koridor yang telah ditetapkan dalam RPJMD.
“Arah pembangunan yang tertuang dalam RPJMD dan mengacu pada visi misi kepala daerah sudah menjadi dasar yang kuat bagi perangkat daerah untuk bekerja,” katanya.
Adi menyebut, berbagai program yang telah dirancang tinggal dioptimalkan pelaksanaannya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Sudah sempurna, tinggal kita melaksanakannya saja. Mungkin sejauh ini belum optimal, itulah yang kita pacu terus,” ungkapnya.
Untuk mengoptimalkan sektor kebudayaan dan pariwisata, Disbudpar Kalteng akan memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi, tetapi juga bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah.
“Kita terus bekerja bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan sektor kebudayaan dan pariwisata Kalteng, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi bersama-sama kabupaten kota,” jelas Adi.
Ia berharap setiap program yang dilaksanakan tidak sekadar menghasilkan kegiatan, tetapi juga memberikan outcome atau manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program kebudayaan dan pariwisata yang memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi.
“Yang kita lakukan itu menghasilkan outcome atau kemanfaatan yang nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Jadi kita hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Selain pelestarian budaya dan pengembangan destinasi wisata, Adi menegaskan sektor kebudayaan dan pariwisata juga harus mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan multiplier effect atau efek berganda bagi pengembangan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program di sektor pariwisata dan kebudayaan. Salah satunya dengan mendorong peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di desa-desa wisata agar semakin aktif mengembangkan potensi daerah masing-masing.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pelaku pariwisata, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan, Disbudpar Kalteng optimistis potensi budaya dan pariwisata daerah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
(Era Suhertini)
0 Comments