Kalteng

Rekrutmen Tim Ahli Mahasiswa Segera Dibuka, Pemprov Kalteng Libatkan Disdik Kalteng Siapkan Seleksi Ketat

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah segera membuka rekrutmen tenaga ahli dari kalangan mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk membantu mengawal berbagai program strategis pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, usai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Reza mengatakan, pemerintah telah menyiapkan mekanisme seleksi dan saat ini tinggal menunggu tahapan pelaksanaan. Program tersebut bertujuan mendukung kebijakan Gubernur Kalimantan Tengah, khususnya dalam pengawalan program unggulan Kartu Huma Betang.

“Selain Kartu Huma Betang, masih banyak program strategis lainnya seperti kesehatan, pendidikan hingga bantuan pangan yang perlu dikawal secara maksimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tenaga ahli yang direkrut nantinya akan membantu pemerintah di sejumlah sektor strategis. Berdasarkan hasil pertemuan antara mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, diperkirakan terdapat delapan sektor yang membutuhkan pendampingan tenaga ahli.

“Kalau tidak salah ada sekitar delapan sektor. Nantinya mungkin ada satu hingga dua orang di setiap sektor sesuai kebutuhan,” katanya.

Reza menambahkan, proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka melalui seleksi yang diumumkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Seluruh mahasiswa dipersilakan mendaftar dan pemerintah juga membuka peluang adanya rekomendasi dari organisasi kemahasiswaan seperti HMI, GMNI, BEM maupun organisasi daerah lainnya.

“Kita ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan organisasi mahasiswa sekaligus menghadirkan kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan daerah.

Ia juga menyebut, kriteria peserta yang diprioritaskan adalah lulusan strata satu (S1) atau mahasiswa tingkat akhir yang dinilai memiliki kemampuan analisis dan pemahaman metodologi penelitian yang baik. Selain itu, peserta juga dibatasi dengan usia maksimal 35 tahun.

Reza mengungkapkan, pendaftaran direncanakan dibuka pada awal Juni 2026 dan hasil seleksi ditargetkan sudah diumumkan pada pertengahan Juni setelah proses seleksi selama kurang lebih dua minggu.“Insya Allah awal Juni kita buka, kemudian pertengahan Juni sudah ada hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat, di mana perguruan tinggi diharapkan dapat membentuk tim ahli yang mampu memberikan masukan akademis kepada kepala daerah dalam pengambilan kebijakan pembangunan.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments