Kalteng

Maryani Sabran Soroti Jalan Rusak di Kalteng, Minta Pemerintah dan Perusahaan Bergerak Cepat Demi Keselamatan Masyarakat

Palangka Raya - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Maryani Sabran, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta perusahaan yang beroperasi di daerah untuk menangani persoalan infrastruktur jalan yang rusak dan masih terisolasi di berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Maryani Sabran Mengatakan saat di temui di ruang kerjanya di Komisi IV DPRD provinsi Kalimantan Tengah, Selasa(2/6/2026).

Menurut Maryani, perbaikan infrastruktur tidak boleh hanya menunggu proses panjang dari pemerintah pusat, terutama untuk kerusakan jalan yang sifatnya ringan hingga sedang dan dapat segera ditangani demi keselamatan masyarakat.

"Harus ada koordinasi yang baik antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan pemerintah pusat, terutama untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan nasional. Namun untuk kerusakan-kerusakan kecil atau titik-titik jalan yang berlubang, kita semua harus berupaya mencari solusi agar tidak terus membahayakan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, selain mengandalkan anggaran pemerintah, perbaikan jalan pada titik-titik tertentu juga dapat dilakukan melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Maryani menegaskan bahwa upaya membantu masyarakat melalui perbaikan infrastruktur tidak boleh dikaitkan dengan kepentingan politik. Menurutnya, tugas utama wakil rakyat adalah memperjuangkan kepentingan masyarakat dan memastikan aspirasi yang disampaikan benar-benar ditindaklanjuti.

"Kalau kita tidak berguna bagi masyarakat sebagai wakil rakyat, untuk apa menjadi wakil rakyat. Aspirasi masyarakat harus diperjuangkan dan dijalankan sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Ia menyoroti masih banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat kondisi jalan berlubang, terutama saat musim hujan. Lubang yang tertutup genangan air sering kali tidak terlihat oleh pengendara sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengguna sepeda motor, mobil, hingga masyarakat yang beraktivitas sejak dini hari.

"Sering kali masyarakat menjadi korban karena tidak mengetahui ada lubang di jalan yang tertutup air hujan. Ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan warga," katanya.

Selain itu, Maryani juga mengingatkan perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan infrastruktur jalan di daerah agar turut bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang digunakan. Ia menilai aktivitas kendaraan bertonase besar, termasuk kendaraan operasional perusahaan dan pertambangan, kerap mempercepat kerusakan jalan.

"Saya menghimbau perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah agar melaksanakan kewajiban sosialnya melalui CSR. Jangan hanya memanfaatkan jalan untuk aktivitas usaha, tetapi juga ikut memperbaiki ketika terjadi kerusakan, apalagi jika jalan tersebut sering dilalui kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas," ujarnya.

Maryani menekankan bahwa pemerintah daerah dan wakil rakyat harus berani menyuarakan kepentingan masyarakat serta mengawal perbaikan infrastruktur yang menjadi kebutuhan dasar warga.

"Kita ini dipilih untuk memperjuangkan hak masyarakat. Jangan hanya duduk di parlemen tanpa berani bersuara. Aspirasi masyarakat harus disuarakan dan diperjuangkan demi kesejahteraan dan keselamatan masyarakat Kalimantan Tengah," pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments