P. Raya

Krisis Sampah Palangka Raya: Armada Minim, Kesadaran Warga Masih "Jalan di Tempat"

PALANGKA RAYA – Penanganan sampah di Kota Cantik Palangka Raya terus menjadi sorotan DPRD. Persoalan klasik mulai dari keterbatasan armada hingga rendahnya edukasi masyarakat dinilai menjadi rapor merah yang harus segera dibenahi oleh Pemerintah Kota.

Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait, DPRD mengidentifikasi tiga hambatan utama yang menyumbat efektivitas pengelolaan sampah di Palangka Raya Rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan armada pengangkut sampah saat ini masih minim dan sudah tidak ideal. Kondisi ini diperparah dengan jadwal pengangkutan yang tidak konsisten dan seringkali tidak sinkron dengan pola produksi sampah rumah tangga, memicu penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS) hingga meluber ke badan jalan, dan masih rendahnya kesadaran warga dalam memilah sampah serta kepatuhan membuang sampah pada jam yang telah ditentukan.

"Kita tidak bisa terus menggunakan metode lama untuk volume sampah yang terus meningkat. Keterbatasan armada adalah fakta, namun manajemen distribusi pengangkutan harusnya bisa lebih taktis," ujar Hap baperdu, salah satu legislator di gedung dewan, Minggu (17/4/2026).

"Masalah sampah bukan hanya soal memindahkan kotoran dari satu tempat ke tempat lain, tapi soal sistem.Legislatif mendorong adanya inovasi, seperti penguatan peran Bank Sampah di tingkat kelurahan dan modernisasi alat angkut secara bertahap.

(Olivia Teja)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments