Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko plastik di Kota Palangka Raya menyusul adanya keluhan masyarakat terkait kenaikan harga dan keterbatasan stok plastik di pasaran.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani S.Sos.,M.AP menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini bukan sepenuhnya disebabkan oleh kelangkaan total, melainkan karena terbatasnya pasokan untuk jenis tertentu.
“Memang ada beberapa jenis plastik yang stoknya mulai berkurang, khususnya plastik bening merek bawang ukuran 15 dan 24. Saat ini sebagian toko hanya menghabiskan stok yang tersisa karena belum ada pengiriman lanjutan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pasokan plastik ke Kalimantan Tengah masih bergantung dari luar daerah, seperti Banjarmasin dan Surabaya. Keterbatasan distribusi tersebut berdampak pada lonjakan harga yang cukup signifikan.
“Kenaikan harga saat ini berkisar antara 50 hingga 60 persen. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan bahan baku berupa biji plastik yang sebagian besar masih bergantung dari luar negeri, serta tingginya biaya distribusi,” jelasnya.
Meski demikian, Norhani menegaskan bahwa tidak semua jenis plastik mengalami kelangkaan. Plastik kresek dan beberapa jenis lainnya masih tersedia di pasaran, meskipun ada penyesuaian harga.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya terus berkoordinasi dengan distributor dan supplier untuk menekan harga agar lebih stabil. Namun, diakui bahwa faktor bahan baku dan ongkos pengiriman menjadi tantangan utama.
“Kami terus berupaya berkoordinasi dengan para distributor agar harga bisa ditekan. Tapi memang kendalanya ada pada bahan baku dan biaya logistik yang cukup tinggi,” tambahnya.
Selain itu, Pemprov Kalteng juga mengedukasi masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dengan membawa tas belanja sendiri atau wadah alternatif.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai membiasakan membawa tas sendiri saat berbelanja. Ini juga sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga,” tutupnya.
Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan distribusi dan harga plastik di pasaran guna menjaga stabilitas serta melindungi daya beli masyarakat.
(Era Suhertini)
0 Comments