PALANGKA RAYA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya untuk memperkuat sinergi dan mengoptimalkan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan ini dinilai krusial sebagai fondasi utama penggerak roda perekonomian lokal.
Pesan tegas tersebut disampaikan jajaran legislatif menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya pada 17 Juli 2026.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya menegaskan bahwa keberadaan pelaku usaha lokal perlu mendapatkan perhatian komprehensif, mulai dari kemudahan akses permodalan, pendampingan legalitas, hingga perluasan digitalisasi pasar.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah yang terbukti tangguh. Dalam momentum Hari Jadi Kota dan Pemkot Palangka Raya pada 17 Juli mendatang, kami meminta eksekutif tidak hanya menjadikan peringatan ini sebagai seremoni, tetapi momen pembuktian komitmen nyata dalam menaikkan kelas UMKM lokal," ujar Keua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi Selasa (23/6/2026).
DPRD mencatat, tantangan utama yang dihadapi para pelaku usaha di Palangka Raya saat ini meliputi keterbatasan akses pemasaran modern, pemenuhan standar sertifikasi halal, serta perizinan usaha. Pemko, Proaktif menjemput bola dalam pendampingan izin usaha (NIB) dan sertifikasi produk.Memperluas ruang promosi bagi produk lokal dalam setiap agenda rangkaian Hari Jadi Kota sepanjang bulan Juli. Meningkatkan pelatihan teknologi agar UMKM mampu bersaing di platform e-commerce nasional.
(Olivia Teja)
0 Comments