Palangka Raya - Aliansi driver dan masyarakat Katingan Hulu menyampaikan aspirasi terkait kerusakan jalan nasional yang semakin parah dalam audiensi bersama DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat dengar pendapat tersebut digelar di ruang rapat pimpinan lantai II Kantor DPRD Kalteng, Selasa (21/4/2026).
Dalam audiensi tersebut, masyarakat memaparkan kondisi faktual di lapangan yang menunjukkan kerusakan jalan sudah berada pada tahap mengkhawatirkan.
Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Katingan kembali menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kerusakan jalan yang semakin parah, termasuk jembatan kayu yang mulai rapuh serta ruas jalan berlumpur dengan kubangan mencapai setinggi dada orang dewasa.
Sejumlah titik mengalami kerusakan berat, seperti jalan berlubang ekstrem, kubangan lumpur dalam, hingga akses yang sulit dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini ditemukan di beberapa wilayah, di antaranya Desa Hangei 2, Desa Tanggaring Lama, hingga Desa Tumbang Bemban.
Perwakilan masyarakat sekaligus sopir travel Sanamang, Candra Wardana, menyampaikan bahwa kerusakan jalan tersebut sangat berdampak pada aktivitas sehari-hari warga. Masyarakat harus tetap melintasi jalan rusak untuk bekerja, berbelanja, hingga berobat.
Selain itu, warga dan para driver juga kerap melakukan perbaikan secara swadaya dengan cara mengumpulkan kayu dan membuat jembatan darurat. Namun, upaya tersebut hanya bersifat sementara dan tidak mampu bertahan lama, terutama saat musim hujan.
Kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki juga berdampak pada terganggunya distribusi barang. Hal ini menyebabkan lonjakan harga bahan pokok karena stok yang semakin menipis akibat sulitnya akses transportasi.
Kerusakan jalan dilaporkan terjadi sepanjang kurang lebih 40 kilometer, dengan titik kerusakan yang terdata antara 14 hingga 24 titik. Ruas jalan yang rusak tersebut berada di jalur dari Kecamatan menuju Kecamatan Katingan.
Akibat kondisi jalan yang buruk, sejumlah insiden juga telah terjadi. Warga mencatat sedikitnya 23 kendaraan mengalami kecelakaan, termasuk mobil terbalik dan bahkan terbakar. Kondisi ini membuat pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif, meski pilihan akses sangat terbatas.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penanganan darurat secara segera pada titik-titik terparah, khususnya di ruas Desa Tumbang Manggu hingga Sanamang yang mencakup sekitar 14 titik kerusakan. Mereka juga meminta adanya penimbunan jalan, perbaikan jembatan, pengerasan jalan, serta penyediaan alat berat di lokasi.
Menanggapi hal tersebut, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, terutama pemerintah pusat, mengingat status jalan tersebut merupakan jalan nasional.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Katingan Hulu demi kelancaran mobilitas masyarakat serta stabilitas ekonomi daerah.
(Era Suhertini)
0 Comments