Kalteng

Sigit K. Yunianto Serap Aspirasi Warga Mentawa Baru Hilir, Soroti Kelangkaan Gas Subsidi dan Infrastruktur Lingkungan

Kotawaringin Timur - Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PDI Perjuangan, Sigit K. Yunianto, melaksanakan kegiatan reses masa sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada 25 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan warga setempat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang hingga kini masih menjadi keluhan utama dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait.

Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan warga adalah kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan gas subsidi di pangkalan resmi, bahkan harus mencari hingga ke wilayah lain. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang dan ketidakpastian ketersediaan pasokan.

Selain kelangkaan, masyarakat juga mengeluhkan lonjakan harga yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di sejumlah pengecer, harga gas melon dilaporkan meningkat signifikan sehingga memberatkan masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro seperti pedagang makanan, warung kopi, dan usaha rumahan yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk operasional sehari-hari.

Selain persoalan energi, warga juga menyoroti kondisi drainase yang dinilai belum optimal. Saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman mengalami genangan air akibat saluran yang dangkal, tersumbat sedimentasi, serta kapasitas yang tidak lagi mampu menampung debit air. Warga berharap adanya normalisasi serta peningkatan kualitas drainase pada titik-titik rawan genangan.

Permasalahan lain yang turut disampaikan adalah belum meratanya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah. Beberapa jalan lingkungan dan akses penghubung antarpermukiman masih minim penerangan sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan serta meningkatkan risiko kecelakaan pada malam hari.

Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) serta belum optimalnya sistem pengangkutan sampah. Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah di beberapa titik yang berdampak pada kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sigit K. Yunianto menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan dalam fungsi pengawasan dan koordinasi dengan kementerian maupun pemerintah daerah.

“Keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas subsidi tentu menjadi perhatian serius. Gas 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro, sehingga distribusinya harus benar-benar diawasi agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di tingkat masyarakat,” tegas Sigit.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan infrastruktur lingkungan seperti drainase, penerangan jalan, serta pengelolaan sampah merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

“Reses ini menjadi momentum bagi kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami dorong agar mendapat solusi nyata, baik melalui koordinasi dengan kementerian terkait maupun pemerintah daerah, sehingga masyarakat dapat merasakan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan,” ujar Sigit.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan aspirasi masyarakat Kelurahan Mentawa Baru Hilir dapat segera ditindaklanjuti sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat memperoleh solusi yang konkret dan berkelanjutan.

(Edi)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments