Palangka Raya - Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengingat sekaligus melanjutkan perjuangan emansipasi perempuan di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, yang menekankan bahwa perempuan masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, semangat yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Perempuan dituntut berani tampil di berbagai lini kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.
“Perempuan harus memiliki kompetensi, karakter, dan pola pikir yang baik. Karena perempuan adalah penentu bagi anak-anaknya. Jika perempuan kuat, maka keluarga akan kokoh, dan dari keluarga yang kokoh akan lahir masyarakat serta daerah yang kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peran perempuan, khususnya sebagai ibu, sangat krusial. Tidak hanya di Kalimantan Tengah, tetapi juga di seluruh Indonesia. Dalam konteks daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai telah memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkontribusi, termasuk dalam jabatan strategis pemerintahan.
PJ Setda Provinsi Kalimantan Tengah dr.Linae Victoria Aden mengatakan, saat usai kegiatan Perayaan Hut Raden Ajeng Kartini yang Ke 147, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gibe Provinsi Kalimantan Tengah,Selasa (21/4/2026).
Linae juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan pimpinan daerah yang memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berperan aktif. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa nilai-nilai emansipasi telah berjalan di Kalimantan Tengah.
Lebih lanjut, ia menggambarkan perempuan sebagai “tiang rumah tangga” yang harus kokoh dan tidak rapuh. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai pendidik utama bagi anak-anak agar siap menghadapi tantangan di era modern.
“Kita harus berani berkarya dan berani menjadi pemimpin. Perempuan bisa berada di berbagai posisi, baik sebagai pimpinan, di tingkat menengah, maupun sebagai ibu rumah tangga. Semua peran itu penting dan membutuhkan kekuatan,” tambahnya.
Dalam harapannya, peringatan Hari Kartini ke depan tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi perempuan untuk terus berkarya dan berkontribusi nyata.
“Semangat Kartini harus kita wujudkan dalam kerja dan karya. Bukan hanya diingat, tetapi dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(Era Suhertini)
0 Comments