Kalteng

Pemprov Kalteng Siapkan 5 Mobil “Rumah Sakit Keliling”, Perluas Layanan Hingga Pelosok

​​​​​​Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui RSUD dr. Doris Sylvanus terus mematangkan program layanan kesehatan bergerak atau mobile hospital guna menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Plt Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, dr. Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan lima unit rumah sakit keliling yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 mendatang. Program ini dirancang untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya layanan spesialistik yang belum merata di daerah.

“Desainnya dari kami, dan mudah-mudahan pada bulan Oktober nanti sudah bisa dioperasikan. Pemerintah provinsi menyiapkan lima unit mobile hospital untuk menjangkau masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini juga dilatarbelakangi oleh hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan sekitar 60 persen masyarakat mengalami masalah gigi. Sementara itu, dari total 207 Puskesmas yang mempunyai dokter gigi yang tersedia di Kalimantan Tengah, hanya sekitar 100 yang memiliki dokter gigi. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan kesehatan gigi di daerah.

Oleh karena itu, mobil layanan kesehatan ini akan menjadi solusi untuk memperluas jangkauan pelayanan, khususnya layanan kesehatan gigi, dengan mendatangi langsung masyarakat di berbagai wilayah.

Dalam operasionalnya, mobil rumah sakit keliling akan ditempatkan di beberapa titik dan dikelola oleh rumah sakit, seperti RSUD dr. Doris Sylvanus dan fasilitas kesehatan lainnya. Hal ini dilakukan karena aspek perizinan, termasuk penggunaan alat medis seperti rontgen, harus berada di bawah naungan rumah sakit.

Setiap unit mobil akan dilengkapi berbagai fasilitas medis, di antaranya alat USG, mesin rontgen, peralatan pemeriksaan mikro, serta kursi perawatan gigi. Layanan ini akan dijadwalkan secara berkala, seperti satu hingga dua kali dalam sebulan, guna melengkapi pelayanan kesehatan yang sudah ada tanpa mengambil alih peran pemerintah kabupaten/kota.

“Ini sifatnya bukan setiap hari, tetapi berkala. Tujuannya untuk memperkuat layanan spesialistik di daerah, bukan menggantikan layanan yang sudah berjalan di kabupaten dan kota,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, program ini didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah melalui dana HBH-DR (Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi). Sementara itu, operasional layanan akan melibatkan Dinas Kesehatan bersama rumah sakit sebagai pelaksana teknis di lapangan.

Dengan hadirnya program rumah sakit keliling ini, diharapkan pemerataan layanan kesehatan di Kalimantan Tengah dapat semakin meningkat dan masyarakat di wilayah terpencil dapat memperoleh akses pelayanan medis yang lebih baik.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments