Kalteng

OJK Kalteng Gelar Program SICANTIKS, Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Perempuan Kotim

Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, khususnya bagi perempuan. Melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah), OJK Kalteng menggelar kegiatan edukasi keuangan di Kantor Bupati Kotawaringin Timur.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara OJK Kalteng, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, serta PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Sampit. Peserta kegiatan terdiri dari Bhayangkari dan pelaku UMKM perempuan.

Program SICANTIKS bertujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, mengenal produk dan layanan keuangan syariah, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan syariah dinilai penting agar perempuan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

“Melalui SICANTIKS, kami berharap perempuan tidak hanya memahami keuangan syariah, tetapi juga dapat menjadi agen literasi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai peningkatan literasi keuangan perempuan akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah dalam mewujudkan masyarakat yang cakap dan sejahtera secara finansial,” katanya.

Pelaksanaan program ini dinilai semakin relevan mengingat masih adanya tantangan literasi keuangan di kalangan perempuan. Berdasarkan data SNLIK 2025, indeks literasi keuangan perempuan tercatat sebesar 65,58 persen, sementara indeks inklusi mencapai 80,28 persen. Selain itu, mayoritas laporan aktivitas keuangan ilegal di Kalimantan Tengah juga berasal dari perempuan.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi dari OJK, Bank Indonesia, dan BSI terkait pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan syariah, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal.

Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan fasilitasi pembukaan rekening syariah bagi peserta, sebagai langkah nyata mendorong inklusi keuangan di masyarakat.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments