Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi musim kering akibat fenomena El Nino. Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah Rendy Lesmana, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk meminimalkan risiko gagal panen, mulai dari penyediaan benih unggul tahan kekeringan, penguatan irigasi, hingga perlindungan petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Selain fokus pada sektor pertanian, Dinas TPHP juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai teknologi kultur jaringan di Balai TPHP melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP). Menurut Rendy, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa mengenai proses produksi bibit tanaman melalui kultur jaringan.
"Mahasiswa hanya belajar untuk mengetahui bagaimana operasional dan proses menghasilkan benih atau bibit melalui kultur jaringan. Ini murni untuk menambah pengalaman karena di kampus belum tersedia fasilitas tersebut," ujarnya.
Terkait potensi El Nino, Rendy menjelaskan prediksi cuaca masih bersifat dinamis. Meski sebelumnya diperkirakan musim kering mulai terjadi pada April hingga Mei, hingga Juni sebagian wilayah Kalimantan Tengah masih mengalami hujan.
"Alhamdulillah sampai sekarang hujan masih turun. Prediksi cuaca memang bisa berubah, sehingga kondisi panas ekstrem yang dikhawatirkan belum terjadi," katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan varietas tanaman dan bibit yang memiliki daya tahan terhadap kekeringan, baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura, serta memperkuat berbagai langkah mitigasi di lapangan.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program pendukung dari Kementerian Pertanian, termasuk bantuan irigasi perpompaan, penyediaan sumber air, serta pendampingan kepada petani agar tetap mampu berproduksi di tengah perubahan iklim.
Rendy mengimbau para petani memilih benih yang sesuai dengan kondisi cuaca ekstrem, meningkatkan penggunaan pupuk organik, serta memastikan lahan memiliki akses terhadap jaringan irigasi dan sumber air yang memadai.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat kekeringan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memfasilitasi petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Premi asuransi bagi petani yang memenuhi persyaratan dibayarkan sepenuhnya oleh pemerintah.
Petani yang tergabung dalam kelompok tani atau gabungan kelompok tani akan didaftarkan dan diverifikasi sebelum memasuki musim tanam. Setelah polis asuransi diterbitkan, lahan pertanian akan mendapatkan perlindungan selama satu musim tanam.
"Apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan atau bencana yang dijamin dalam program asuransi, maka petani akan memperoleh ganti rugi dari pihak perusahaan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Rendy Lesmana.
(Era Suhertini)
0 Comments