PALANGKA RAYA – Dalam upaya memastikan distribusi energi bersubsidi berjalan sesuai aturan, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sigit Karyawan Yunianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu agen LPG 3 kilogram milik PT Resbayu di Kota Palangka Raya, Minggu (24/8).
Kegiatan ini dilakukan untuk mengawasi langsung pendistribusian LPG 3 kg bersubsidi, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengecek kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Sidak ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran, sejalan dengan amanat pemerintah untuk mengoptimalkan subsidi bagi masyarakat yang berhak," tegas Sigit saat berada di lokasi.
Dalam sidak tersebut, Sigit berdialog dengan pengelola agen serta beberapa konsumen guna mendengar langsung keluhan di lapangan, termasuk potensi adanya penyimpangan, seperti penjualan di atas HET atau penyaluran kepada pihak yang tidak berhak menerima subsidi.
"Saya ingin memastikan bahwa subsidi LPG 3 kg ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan disalahgunakan. Kalimantan Tengah sebagai daerah yang kaya sumber daya harus mendapatkan manfaat nyata dari kebijakan energi nasional," ujar Sigit.
Politisi asal Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah itu juga menyoroti pentingnya transparansi dalam rantai distribusi, serta perlunya koordinasi erat antara agen, pangkalan resmi, dan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa LPG 3 kg bersubsidi harus diprioritaskan untuk keluarga miskin, pelaku UMKM skala kecil, serta kelompok rentan lainnya, sebagaimana diatur dalam regulasi nasional.
"Kita tidak boleh main-main dengan kebijakan subsidi. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, dan saya akan terus mengawasi agar program ini tepat sasaran," tambahnya.
Sidak ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Sigit K Yunianto dalam mengawal implementasi kebijakan energi nasional, serta menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah secara konkret. (Deddi)
0 Comments