Palangka Raya - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) sebagai bagian dari program Kartu Huma Betang Sejahtera, bertempat di Kantor Dinas Nakertrans Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (20/5/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 16 peserta yang telah melalui proses seleksi sesuai persyaratan yang ditetapkan. Menariknya, dua peserta di antaranya merupakan penyandang disabilitas sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelatihan kerja yang inklusif dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi, mengatakan pelatihan Juleha merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses lapangan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan berbasis keterampilan.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi hari ini mulai melaksanakan pelatihan Juru Sembelih Halal sebagai bagian dari program Kartu Huma Betang Sejahtera. Ini merupakan salah satu bentuk peningkatan akses lapangan kerja dan pengembangan kompetensi masyarakat,” ujar Farid.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan selama tujuh hari dengan materi teori dan praktik langsung. Para peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara penyembelihan hewan sesuai syariat Islam sekaligus standar profesional dalam proses penyembelihan halal.
Menurut Farid, aspek inklusivitas menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. Karena itu, pihaknya turut melibatkan penyandang disabilitas yang dinilai mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa hambatan berarti.
“Pelatihan ini bersifat inklusif. Selama penyandang disabilitas mampu mengikuti proses pelatihan dengan baik, maka akan sangat kami dorong untuk ikut berpartisipasi. Pada pelatihan kali ini ada dua peserta disabilitas yang ikut serta,” jelasnya.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan bekerja sama dengan Asosiasi Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Provinsi Kalimantan Tengah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Juleha Provinsi Kalimantan Tengah, Nanang Fahturoji.
Farid berharap melalui kegiatan ini para juru sembelih halal di Kalimantan Tengah dapat semakin profesional serta memahami tata cara penyembelihan yang sesuai syariat.
“Harapan kami para juru sembelih halal semakin profesional. Di satu sisi mereka memiliki keterampilan teknis, sementara di sisi lain juga memahami aspek syariah dalam penyembelihan halal,” katanya.
Selain mendapatkan teori di kelas, peserta juga akan menjalani praktik penyembelihan hewan secara langsung. Untuk praktik penyembelihan hewan besar seperti sapi, peserta akan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) di Kalampangan agar dapat melihat proses penyembelihan secara nyata sesuai standar halal.
“Peserta nanti akan praktik langsung menyembelih ayam masing-masing, sementara untuk penyembelihan sapi mereka akan dibawa ke rumah potong hewan agar bisa menyaksikan dan memahami proses penyembelihan yang sebenarnya,” pungkas Farid.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mencetak tenaga juru sembelih halal yang kompeten, profesional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk halal yang aman dan sesuai syariat.
(Era Suhertini)
0 Comments