Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Wilayah Timur menggelar Rapat Pleno Tahun 2026 sebagai langkah awal penyusunan program kerja percepatan akses keuangan di daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan di Muara Teweh ini dihadiri oleh Asisten Direktur Senior Bidang Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis (PEPK dan LMSt) OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada.
Turut hadir pula perwakilan pemerintah daerah dari wilayah timur Kalteng, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Utara yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Barhum Poderlin Girsang, Sekretaris Daerah Barito Selatan, Barito Timur, Gunung Mas, Murung Raya, serta para pimpinan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Kabupaten Barito Utara.
Rapat pleno ini menjadi momentum penting dalam merancang program kerja TPAKD Tahun 2026 yang bertujuan mempercepat perluasan akses keuangan secara merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mewakili Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada menegaskan bahwa TPAKD memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kolaborasi di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan LJK sangat dibutuhkan agar program yang disusun benar-benar responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita harapkan akses keuangan inklusif dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. OJK berkomitmen untuk terus mendorong penguatan peran TPAKD agar program inklusi keuangan di daerah berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” ujar Andrianto.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Barhum Poderlin Girsang menyampaikan bahwa rapat pleno ini juga menjadi ajang evaluasi atas pelaksanaan program TPAKD sebelumnya.
“Melalui forum ini, kita merumuskan langkah-langkah strategis yang selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah. Harapannya, lahir kebijakan yang konkret dan aplikatif sehingga TPAKD benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan,” jelasnya.
Rapat pleno kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antaranggota TPAKD Wilayah Timur, membahas berbagai isu strategis serta tantangan yang dihadapi dalam penyusunan program kerja tahun mendatang.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk memperkuat inklusi keuangan daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di wilayah timur Kalimantan Tengah.
(Era Suhertini)
0 Comments