Kalteng

Masyarakat Baamang Barat Sampaikan Keluhan Listrik, Pendidikan, dan LPG kepada Sigit K. Yunianto

KOTAWARINGIN TIMUR – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi PDI Perjuangan, Sigit Karyawan Yunianto, melaksanakan kegiatan reses  di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada 28 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat pusat.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan strategis disampaikan, mulai dari akses listrik dan penerangan jalan umum (PJU), kebutuhan pembangunan sarana pendidikan tambahan, hingga persoalan harga dan ketersediaan LPG subsidi.

Terkait sektor energi, masyarakat mengeluhkan masih adanya wilayah yang belum menikmati aliran listrik secara optimal. Sebagian warga bahkan belum mampu memasang KWH meter karena keterbatasan ekonomi, sementara jaringan listrik di beberapa titik belum menjangkau seluruh permukiman. Selain itu, warga juga menyoroti penerangan jalan umum yang belum merata di sejumlah jalan lingkungan dan gang, sehingga pada malam hari kondisi cukup gelap dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan serta risiko kecelakaan.

Menanggapi hal tersebut, Sigit menegaskan bahwa akses energi yang merata merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Listrik dan penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta kualitas hidup warga. Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pihak terkait, termasuk PT PLN (Persero), agar ada langkah konkret dalam perluasan jaringan listrik serta program bantuan pemasangan listrik bagi masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Selain persoalan energi, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan sekolah tambahan di Kelurahan Baamang Barat. Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan daya tampung sekolah yang ada saat ini tidak lagi memadai, bahkan beberapa sekolah mengalami kelebihan jumlah siswa dalam satu kelas.

Menurut Sigit, akses pendidikan yang layak harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Ia menilai perlu adanya kajian dan perencanaan yang serius dari pemerintah daerah untuk menambah unit sekolah atau ruang kelas baru agar anak-anak dapat memperoleh pendidikan yang lebih nyaman dan berkualitas.

“Pendidikan adalah investasi masa depan. Saya berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan kajian untuk pembangunan sekolah tambahan agar anak-anak di Baamang Barat tidak lagi mengalami keterbatasan ruang belajar,” kata Sigit.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan keresahan terkait harga LPG 3 kg yang sering tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Di tingkat ritel, harga tabung LPG subsidi kerap melonjak hingga mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per tabung, jauh di atas harga yang seharusnya.

Selain harga yang tinggi, masyarakat juga mengeluhkan kelangkaan LPG di waktu-waktu tertentu, sehingga mereka harus mencari ke berbagai tempat atau membeli dengan harga lebih mahal.
Menanggapi hal ini, Sigit menegaskan bahwa persoalan distribusi LPG subsidi harus menjadi perhatian serius agar tepat sasaran dan tidak memberatkan masyarakat kecil.

“Ketersediaan dan harga LPG 3 kg harus benar-benar diawasi agar sesuai dengan ketentuan pemerintah. Masyarakat kecil sangat bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga distribusi dan pengawasannya harus diperketat,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses ini, Sigit menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi, lingkungan, dan kebutuhan dasar masyarakat.

(Edi)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments