PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak main-main dalam menjaga daya beli masyarakat di tahun 2026. Melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Pemprov Kalteng menginstruksikan penguatan aksi nyata untuk meredam potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Plt. Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa strategi tahun ini akan lebih "agresif" di lapangan. Mulai dari pelaksanaan operasi pasar dan pasar penyeimbang yang lebih rutin, hingga memastikan pasokan pangan tetap aman melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
"Kita akan gandeng wilayah yang surplus pangan untuk menutupi kekurangan pasokan di daerah kita. Sinergi TPID harus responsif, terutama pada sektor vital seperti pangan, transportasi, dan energi," tegas Leonard dalam rapat koordinasi bersama Bank Indonesia, Selasa (3/2/2026).
(Deddy)
0 Comments