Palangka Raya - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Kampung UMKM Misik Berkah yang berlokasi di Kelurahan Klampangan, Kota Palangka Raya. Program ini menjadi kampung UMKM pertama di Kalimantan Tengah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan fokus utama pada pengolahan buah naga.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah, Rahmawati, saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan bahwa peluncuran Kampung UMKM Misik Berkah merupakan tahap pertama yang dilaksanakan pada akhir tahun 2025. Ucap Rahmawati, Selasa (30/12/2025).
“Launching Kampung UMKM Misik Berkah ini menjadi langkah awal kami untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar lokasi. Saat ini terdapat sekitar 150 hektare lahan yang telah ditanami buah naga dengan potensi produksi yang sangat besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rahmawati menjelaskan, salah satu syarat utama pembentukan kampung UMKM adalah ketersediaan bahan baku yang kontiyu. Hal inilah yang menjadi alasan utama dipilihnya Kelurahan Klampangan sebagai lokasi kampung UMKM, mengingat produksi buah naga di wilayah tersebut relatif stabil dan berkelanjutan.
Saat ini terdapat sekitar 120 petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani, dengan jumlah anggota rata-rata 35 orang per kelompok, yang fokus pada produksi buah naga. Kampung UMKM ini nantinya akan bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Klampangan.
“Sejak tahap perencanaan awal, kami telah berkoordinasi dengan Lurah Klampangan, Dinas Koperasi Kota Palangka Raya, hingga Wali Kota Palangka Raya. Alhamdulillah, seluruh pihak memberikan dukungan penuh terhadap hadirnya Kampung UMKM Misik Berkah ini,” tambahnya.
Tidak hanya melibatkan Dinas Koperasi dan UKM, program ini juga didukung oleh 17 instansi terkait yang akan berperan aktif dalam pendampingan dan pemenuhan kebutuhan rumah produksi. Dukungan juga datang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menyatakan komitmennya dalam pembangunan galeri pemasaran produk UMKM berbasis buah naga.
Untuk pembangunan rumah produksi, pihaknya saat ini masih melakukan koordinasi dengan calon investor. Rahmawati berharap dalam waktu dekat investor dapat segera menanamkan modal guna merealisasikan pembangunan fasilitas produksi yang sangat dinantikan masyarakat setempat.
Produk olahan yang akan dikembangkan meliputi sirup buah naga, stik buah naga, dodol, permen, serta berbagai produk turunan lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Ke depan, jenis produk olahan ini diharapkan terus berkembang sesuai dengan permintaan konsumen.
Dari sisi pemasaran, hasil produksi akan dipasarkan melalui galeri UMKM serta kerja sama distribusi dengan Puskut KUD yang telah memiliki jaringan pemasaran di lebih dari 30 provinsi di Indonesia. Dengan kerja sama ini, produk UMKM Kampung Misik Berkah diharapkan tidak hanya menembus pasar Kalimantan Tengah, tetapi juga nasional hingga internasional.
Selain rumah produksi, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi agrowisata terpadu, meliputi wisata petik buah, wisata edukasi, serta lokasi penelitian bagi mahasiswa, pelajar, dan akademisi. Kehadiran agrowisata ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kalimantan Tengah.
“Kampung ini tidak hanya menghasilkan buah naga, tetapi juga sayuran, melon, semangka, dan berbagai buah lainnya yang selama ini telah dipasarkan ke Pangkalan Bun, Palangka Raya, Banjarmasin, Pontianak hingga Kalimantan Timur. Ke depan, kami menargetkan produk buah naga ini dapat menembus pasar ekspor, mengingat kualitasnya telah teruji dan sangat baik,” pungkas Rahmawati.
(Era Suhertini)
0 Comments