Palangka Raya - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan beras dan sejumlah bahan pangan pokok dalam kondisi aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri 2026.
Kepala Perum Bulog Wilayah Kalimantan Tengah, Budi Sultika, menyampaikan bahwa pemerintah pusat kembali menargetkan keberhasilan swasembada pangan seperti tahun sebelumnya, sekaligus menjaga harga gabah petani agar tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat panen raya.
Untuk wilayah Kalimantan Tengah, Bulog menargetkan pengadaan setara 15.805 ton beras, atau jika dikonversi menjadi gabah sekitar 32 ribu ton. Penyerapan gabah dilakukan di berbagai daerah sentra produksi, meski saat ini panen masih berlangsung secara bertahap dan belum memasuki puncak musim panen raya.
"Panen sudah mulai di beberapa wilayah seperti Terusan Kapuas, dan akan menyusul di Pulang Pisau pada akhir Februari. Kami terus maksimalkan penyerapan gabah petani,” ujar Budi.
Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Kalteng tercatat sekitar 14.458 ton. Dengan jumlah penduduk Kalimantan Tengah sekitar 2,5 juta jiwa, kebutuhan beras diperkirakan sekitar 560 ton per hari. Sementara standar Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berada di kisaran 10 persen dari kebutuhan tersebut atau sekitar 56 ton per hari, sehingga stok yang tersedia dinilai sangat mencukupi.
“Dengan stok yang ada sekarang, kita sangat aman untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Apalagi penyerapan masih terus berjalan,” jelasnya.
Selain beras, Bulog Kalteng juga menguasai stok Minyakita sekitar 130 ribu liter dan gula pasir 95 ton, dengan tambahan 50 ton gula yang sedang dalam perjalanan. Bulog menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di pasaran.
Bulog menambahkan, pihaknya tidak mendapat penugasan untuk komoditas daging, sehingga fokus pengelolaan saat ini berada pada beras, minyak goreng, dan gula.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan pangan selama puasa hingga Lebaran kami pastikan aman, dan harga akan terus dijaga agar tetap stabil,” tutup Budi
(Era Suhertini)
0 Comments