Kalteng

Gubernur Kalteng Ajak Media Perkuat Sinergi, Bahas Lingkungan hingga Program Huma Betang Sejahtera

Palangka Raya - Suasana hangat dan penuh keterbukaan mewarnai kegiatan Sharing dan Diskusi Bersama Gubernur yang digelar di Istana Isen Mulang. Kegiatan ini diawali dengan jalan sore bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan awak media.

Rute jogging dimulai dari Kantor Gubernur, menyusuri Jalan D.I. Panjaitan hingga memutar di Jalan Brigjen Katamso sebanyak dua putaran. Usai olahraga bersama, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan diskusi santai antara pemerintah provinsi dan insan pers.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalteng, Rangga Lesmana, dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah mempererat kemitraan strategis antara pemerintah dan media.

“Sekitar 200 mitra media hadir, baik yang telah bekerja sama maupun yang masih dalam proses pengajuan. Ini bukti kuatnya kolaborasi untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rangga juga mengungkapkan bahwa pemberitaan pembangunan di Kalteng mengalami peningkatan signifikan sejak awal masa jabatan Gubernur, bahkan disebut mencapai 700 persen. Menurutnya, hal itu tak lepas dari peran aktif media.Dalam sesi diskusi, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan memandang media sebagai mitra penting pemerintah.

“Mata saya hanya dua, tapi dengan bantuan wartawan, saya bisa melihat lebih banyak hal. Saya tidak pernah anti kritik,” ucapnya.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dilakukan, termasuk penertiban pertambangan zirkon. Dalam tiga bulan pertama masa jabatan bersama Wakil Gubernur, Pemprov Kalteng menghentikan operasional 14 perusahaan karena dinilai tidak sesuai izin.

Di sektor transportasi, Gubernur menegaskan tidak ada toleransi bagi angkutan truk tanpa dokumen lengkap. Sementara dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), berbagai langkah antisipatif telah dilakukan, mulai dari apel siaga hingga pengawasan lapangan.“Alhamdulillah, saat ini Kalteng tergolong minim risiko karhutla,” katanya.

Gubernur juga menjelaskan tujuan penyelenggaraan Car Free Night setiap malam minggu yang dinilai mampu menggerakkan UMKM sekaligus menjadi ruang hiburan masyarakat. Ia menepis anggapan penggunaan anggaran besar untuk mendatangkan artis. “Sebagian biaya artis saya tanggung pribadi. Yang penting UMKM tumbuh dan masyarakat punya hiburan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memperkenalkan Program Huma Betang Sejahtera (HBS) yang akan terintegrasi dalam Kartu Huma Betang Sejahtera. Program ini mencakup delapan bantuan utama, antara lain BLT Rp2 juta per kepala keluarga, sembako murah, sekolah dan kuliah gratis, layanan kesehatan gratis berbasis KTP/BPJS, akses kerja, bantuan modal petani, bantuan nelayan, serta perumahan bagi guru.

Pemprov Kalteng juga menyiapkan anggaran Rp150 miliar untuk pemerataan pembangunan desa. Setiap desa akan menerima dana antara Rp250 juta hingga Rp500 juta yang dapat digunakan untuk insentif tokoh masyarakat dan pembangunan infrastruktur. Selain itu, alokasi Rp125–150 miliar disiapkan untuk pembangunan sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur lainnya. Program-program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2026 setelah proses verifikasi penerima selesai.

Menutup diskusi, Gubernur turut mempromosikan destinasi unggulan Kalteng seperti Taman Nasional Tanjung Puting, Sebangau, dan Nyaru Menteng sebagai bagian dari penguatan pariwisata berbasis lingkungan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan media terus terjalin demi mendukung pembangunan daerah.“Silaturahmi seperti ini penting agar kita bisa bersama-sama membangun Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments