Kalteng

Ekonomi Kalteng Tumbuh Stabil, BPS Catat Perbaikan Ketenagakerjaan hingga Kesetaraan Gender

Palangka Raya - Kondisi ekonomi dan sosial Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Hal ini terungkap dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah yang memaparkan berbagai indikator strategis daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, hingga kesetaraan gender dan dinamika kependudukan.

Plt. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menyampaikan bahwa perekonomian Kalteng pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year). Meski demikian, secara kuartalan (quarter-to-quarter) mengalami kontraksi sebesar 7,46 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat mencapai Rp61,04 triliun.

Struktur ekonomi daerah masih didominasi oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, pertambangan, serta konstruksi. Dari sektor-sektor tersebut, pertambangan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor menjadi kontributor terbesar, dengan konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,16 persen.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga didorong oleh konsumsi rumah tangga, terutama saat momentum hari besar keagamaan dan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR). Dari sisi produksi, terjadi peningkatan pada komoditas padi, meskipun beberapa komoditas seperti kelapa sawit dan bauksit mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan kendala administratif.

Di bidang ketenagakerjaan, kondisi menunjukkan tren positif. Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja mencapai 1,50 juta orang, dengan 1,45 juta di antaranya telah bekerja. 

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 3,44 persen, menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat sebesar 6,68 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja meliputi sektor pertanian, perdagangan, dan pertambangan. Selain itu, kualitas tenaga kerja juga mengalami peningkatan, terlihat dari naiknya proporsi pekerja formal menjadi 49,33 persen serta pekerja penuh waktu mencapai 69,98 persen.

Dari sisi kesetaraan gender, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalimantan Tengah tahun 2025 tercatat sebesar 0,534, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Hal ini menandakan adanya perbaikan dalam kesetaraan gender, yang didukung oleh meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan, legislatif, dan dunia kerja.

Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Kalimantan Tengah mencapai sekitar 2,85 juta jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,34 persen per tahun. Struktur penduduk didominasi usia produktif, dengan rasio ketergantungan menurun menjadi 42,62.

Angka kelahiran terus menurun mendekati tingkat penggantian, dan angka kematian bayi juga menunjukkan perbaikan menjadi 16,21 per 1.000 kelahiran hidup. Di sisi lain, proporsi penduduk lanjut usia meningkat menjadi 9,22 persen, yang mengindikasikan mulai terjadinya tren penuaan penduduk di beberapa wilayah.

Secara keseluruhan, berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah berada pada jalur yang stabil dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Meski begitu, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat sektor unggulan, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments