Kalteng

Dharma Santi Nyepi di Kalteng Angkat Isu SDM Unggul dan Harmoni Kebangsaan

Palangka Raya - Perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948/2026 yang dirangkai dengan peringatan Integrasi Hindu Kaharingan ke-46 di Kalimantan Tengah berlangsung khidmat di Wantilan Pura Pitamaha, Palangka Raya, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan akses pendidikan tinggi keagamaan Hindu di Kalimantan Tengah. 

Ia menegaskan bahwa peningkatan status perguruan tinggi keagamaan menjadi universitas, serta pembukaan program doktoral, merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang unggul dan kompetitif.

Selain itu, ia juga menekankan implementasi “kurikulum cinta” sebagai program prioritas nasional Kementerian Agama. Program ini mengedepankan lima nilai utama, yakni cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama, dan tanah air.

“Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membentuk SDM yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menghidupkan semangat gotong royong sebagai motor penggerak pembangunan nasional.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran yang turut hadir menegaskan pentingnya pembangunan SDM yang seimbang dengan penguatan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan dari PHDI Pusat kepada Gubernur Kalimantan Tengah atas dukungan dan sinergi yang baik dengan lembaga keagamaan Hindu di daerah.

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Arton S. Dohong, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta umat Hindu Kaharingan se-Kalimantan Tengah.

Melalui momentum Dharma Santi ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan kebangsaan semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments