Kalteng

Cetak Sawah dan Pendidikan Vokasi Pertanian Diperkuat, Kalteng Siapkan Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Vokasi dan Magang Mahasiswa pada lahan kegiatan cetak sawah di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan dihadiri Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Hermanto, MP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti, SP, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Prof. Dr. H. Mohamad Yusuf, S.Sos., M.AP, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, saat ini pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai 31.414,83 hektare. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperluas areal pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Namun pembangunan pertanian tidak hanya soal perluasan lahan. Kita juga membutuhkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, terampil, profesional, dan mampu menjawab tantangan pertanian modern,” ujar Rendy Lesmana.

Ia menambahkan, salah satu tantangan utama sektor pertanian saat ini adalah minimnya tenaga muda yang tertarik berkarier di bidang pertanian. Karena itu, kerja sama pendidikan vokasi dan magang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda pertanian yang siap kerja dan mampu mengelola usaha tani secara modern.

Melalui konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembentukan Brigade Pangan, yakni kelompok tenaga kerja muda pertanian yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak hanya menjadi dokumen administrasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada pangan berkelanjutan.

Ia mengingatkan pesan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Kalimantan Tengah merupakan masa depan Indonesia, terutama dalam sektor pangan dan pertanian.

“Penandatanganan nota kesepakatan ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya program swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar Sabran.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan dukungan lahan dan sarana prasarana, tetapi juga sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan profesional.

Melalui pendidikan tinggi vokasi pertanian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat mencetak tenaga pertanian muda yang terampil, sekaligus mendukung pelaksanaan program cetak sawah di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.

(Era Suhertini)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments