Palangka Raya - Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Tengah berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Senin (17/8/2026) pagi.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, upacara tersebut dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran selaku Inspektur Upacara. Momentum ini juga menjadi puncak dari rangkaian persiapan panjang 54 anggota Paskibraka yang berasal dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Dalam pelaksanaan tahun ini, Paskibraka Kalteng mendapat pembinaan dari empat orang pelatih yang berasal dari unsur TNI dan Polri. Para pelatih memberikan pembekalan mulai dari kedisiplinan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pembagian tugas, hingga pembentukan karakter dan kesiapan mental.
Salah satu pelatih dari Polda Kalimantan Tengah, IPDA Jeverson, menjelaskan bahwa proses persiapan Paskibraka telah dimulai sejak para peserta tiba di Palangka Raya pada 3 Agustus 2026 dan masuk asrama pada 4 Agustus 2026.
“Pada tanggal 5 Agustus mulai hari pertama latihan di lapangan. Dua hari pertama kami fokus pada kegiatan dasar PBB, kemudian dua hari berikutnya mulai dilakukan pembagian tugas masing-masing, termasuk latihan dan gladi bersih internal,” jelasnya.
Selanjutnya, pada 12, 13, dan 14 Agustus, para anggota Paskibraka mengikuti gladi secara umum sebagai bagian dari pemantapan sebelum pelaksanaan upacara.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tahun ini adalah penggunaan konfigurasi angka 81, yang menjadi simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Konfigurasi tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara para pelatih dan seluruh perangkat terkait.
“Baru kali ini di Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan konfigurasi angka 81. Kami bersama-sama mempersiapkan dan menyusun formasi tersebut,” ungkapnya.
Selain keterampilan baris-berbaris, para pelatih juga menekankan pentingnya disiplin dan pembentukan karakter. Menurutnya, waktu pembinaan yang relatif singkat menuntut para peserta untuk cepat beradaptasi terhadap berbagai materi dan aturan yang diberikan.
Meski demikian, seluruh anggota Paskibraka dinilai mampu mengikuti setiap tahapan latihan dengan baik. Semangat, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi menjadi modal utama hingga seluruh rangkaian pengibaran bendera dapat dilaksanakan dengan lancar.
Sementara itu, Pelatoh dari Kodam XXII/Tambun Bungai Letda Czi Nizar Zulfi mengatakan, selama proses persiapan tidak terdapat kendala berarti. Pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan latihan, ruang belajar, serta materi yang disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
“Selama ini kami tidak ada kendala. Kami sudah menyiapkan ruang untuk belajar dan berlatih serta materi-materi sesuai aturan yang ada,” katanya.
Ia menyebutkan, sebanyak 54 anggota Paskibraka terlibat dalam pelaksanaan upacara tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka merupakan perwakilan dari kabupaten/kota di seluruh wilayah Kalteng.
Terkait konfigurasi angka 81, Nizar mengakui pada awalnya para peserta sempat membutuhkan waktu untuk memahami formasi baru tersebut. Namun setelah diterapkan dalam latihan di lapangan, para anggota Paskibraka mampu memahami arahan dengan cepat.
“Awalnya mungkin anak-anak sedikit belum tahu, tetapi setelah diaplikasikan di lapangan, mereka cukup tanggap dan cepat memahami. Alhamdulillah sampai pengibaran berjalan dengan lancar dan sangat baik,” ujarnya.
Keberhasilan pelaksanaan pengibaran Sang Merah Putih menjadi bukti kerja keras para anggota Paskibraka, pelatih, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses persiapan.
Nizar pun berpesan kepada seluruh anggota Paskibraka agar pengalaman selama menjalankan tugas tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan semangat, kedisiplinan, dan kualitas diri.
“Kami mengharapkan ke depannya anak-anak tetap semangat dan menjadi lebih baik lagi. Alhamdulillah, pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 semuanya sukses dan lancar. Merah Putih berkibar di langit Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(Era Suhertini)
0 Comments