Palangka Raya - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit Karyawan Yunianto atau SKY, menyerahkan bantuan satu unit ambulans kepada DPC PDI Perjuangan Barito Selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus penegasan bahwa kerja politik harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar janji.
Bantuan tersebut diterima langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Barito Selatan, Farid Yusran. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah, Zuli Eko Prasetyo, disaksikan Bendahara DPD PDI Perjuangan Kalteng, Yustinus Tenung, serta Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Kalteng, Beni Parulian Siregar, Sabtu (9/5/2026).
SKY menegaskan, bantuan ambulans tersebut merupakan aspirasi yang diperjuangkan untuk membantu masyarakat, terutama dalam kebutuhan pelayanan kesehatan dan kondisi darurat warga.
“Bantuan ambulans ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk membantu masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan dan kebutuhan darurat warga. Semoga ambulans ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Barito Selatan,” ujar Anggota Komisi XII DPR RI itu.
Di tengah masih banyaknya keluhan masyarakat terkait akses layanan kesehatan yang lambat dan keterbatasan sarana penunjang di daerah, bantuan ambulans tersebut dinilai menjadi langkah konkret yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Kehadiran ambulans bukan hanya fasilitas tambahan, tetapi dapat menjadi penentu keselamatan masyarakat dalam situasi darurat.
Penyerahan bantuan ini sekaligus menjadi pesan tegas bahwa wakil rakyat tidak cukup hanya hadir saat momentum politik, melainkan harus mampu menghadirkan solusi nyata yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Infrastruktur pelayanan kesehatan, terutama di daerah, masih membutuhkan perhatian serius dan dukungan berkelanjutan.
DPC PDI Perjuangan Barsel pun diharapkan dapat mengelola ambulans tersebut secara maksimal dan mengutamakan kepentingan masyarakat luas tanpa diskriminasi, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menjadi alat pelayanan kemanusiaan, bukan sekadar simbol seremonial politik.
(Samhadi)
0 Comments