Kalteng

Sinergi Tiga Pilar: Upaya Pemprov Kalteng Sinkronkan Pendidikan Medis dengan Kebutuhan Lapangan

PALANGKA RAYA – Fenomena ketidaksesuaian antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil di fasilitas kesehatan menjadi perhatian serius Pemprov Kalteng. Melalui forum SCA Borneo Education, Staf Ahli Gubernur Hamka menekankan pentingnya integrasi antara akademisi, regulator (pemerintah), dan praktisi kesehatan. Kamis (12/2/2026).

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap pelatihan yang diterima oleh tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah memiliki dampak instan terhadap kualitas pelayanan publik. Pemprov mendorong agar lembaga pendidikan lebih adaptif dalam menyerap aspirasi dari fasilitas kesehatan terkait kompetensi apa yang paling dibutuhkan saat ini.

Dengan penguatan kolaborasi tiga pilar ini, Kalimantan Tengah optimis dapat melahirkan SDM kesehatan yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga cekatan dalam implementasi di lapangan.

(Deddy)

You can share this post!

0 Comments

Leave Comments