Palangka Raya - Perselisihan keluarga yang dipicu persoalan sepele berujung keributan terjadi di Kota Palangka Raya. Seorang oknum pegawai rumah sakit berinisial Kumbang (29) dilaporkan mengamuk di rumah tantenya sendiri hingga menuduh keluarga tersebut sebagai pencuri.
Peristiwa itu dialami Bunga (52), seorang ASN yang tinggal di Palangka Raya. Ia mengaku kejadian berlangsung pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kumbang datang ke rumahnya dalam kondisi emosi dan meluapkan amarah dengan berteriak serta melontarkan tuduhan pencurian.
“Selamat pagi Cak, izin melaporkan. Malam tadi ada penyerangan ke rumah saya. Memang masalahnya soal kompor, tapi sampai mengamuk dan menuduh kami pencuri,” ungkap Bunga saat menyampaikan pengaduannya.
Menurut penuturan Bunga, persoalan bermula dari kompor “1000 mata” milik orang tua Kumbang yang sebelumnya dipinjam untuk keperluan acara Natal. Kompor tersebut dipinjam melalui anggota keluarga lain tanpa sepengetahuan Kumbang.
Ketika kompor itu dicari oleh keluarga lain dan tidak ditemukan di rumah orang tua Kumbang, barulah diketahui bahwa benda tersebut dipinjam oleh Bunga. Mengetahui hal itu, Kumbang langsung mendatangi rumah tantenya dan meluapkan emosinya.
Merasa tidak nyaman dan khawatir kejadian serupa terulang, Bunga kemudian mengadu kepada Cak Sam Polda Kalteng untuk meminta bantuan penyelesaian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Cak Sam segera menghubungi pihak Kumbang dan mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi secara kekeluargaan.
Dalam pertemuan itu, Kumbang diberikan pembinaan dan nasihat agar mampu mengendalikan emosi serta menghormati anggota keluarga yang lebih tua. Ia juga diingatkan untuk tidak sembarangan melontarkan tuduhan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.
Di hadapan keluarga, Kumbang akhirnya mengakui kesalahannya. Ia meminta maaf kepada tante dan omnya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Proses mediasi pun berakhir damai, dan kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
(Era Suhertini)
0 Comments