Palangka Raya - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kalimantan Tengah mendorong seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang ada di Kalimantan Tengah. Hal ini penting dilakukan agar kekayaan budaya daerah tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Bimas Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penetapan Warisan Budaya Takbenda harus dilanjutkan dengan langkah nyata berupa pelestarian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pementasan seni dan budaya.
Menurutnya, pementasan tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya budaya, tetapi juga menjadi sarana pewarisan budaya. Dalam proses tersebut, generasi muda dapat berlatih dan belajar langsung dari para maestro sebelum kemudian menampilkan dan mewariskan pengetahuan serta keterampilan tersebut kepada generasi berikutnya.
Iwan menyebutkan, saat ini terdapat 29 Warisan Budaya Takbenda yang telah tercatat di Kalimantan Tengah. Keberadaan warisan budaya tersebut dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus dari seluruh pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus melestarikan warisan budaya yang sudah ada sekaligus menggali kembali berbagai tradisi budaya yang mungkin mulai terlupakan. Upaya tersebut juga dapat dilakukan dengan menghadirkan kembali para tokoh atau pelaku budaya yang masih memiliki pengetahuan mengenai tradisi tersebut.
Dalam proses penetapan Warisan Budaya Takbenda, pemerintah daerah memiliki peran penting karena pengusulan berasal dari daerah masing-masing. BPK Kalimantan Tengah, kata Iwan, terus memberikan dukungan secara teknis dan administratif untuk membantu melengkapi berbagai persyaratan yang dibutuhkan hingga proses penetapan.
Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan, salah satunya semakin berkurangnya jumlah maestro yang menguasai berbagai tradisi budaya. Selain itu, aktivitas budaya di sejumlah daerah juga semakin jarang dilakukan sehingga berpotensi menyebabkan pengetahuan dan tradisi tersebut semakin sulit diwariskan.
Meski demikian, masih terdapat komunitas maupun perseorangan yang tetap menjalankan tradisi budaya di tengah masyarakat. Keberadaan mereka menjadi sangat penting dalam proses pendokumentasian dan pelestarian budaya, termasuk melalui pengumpulan data, dokumentasi visual, dan video sebagai bahan informasi kebudayaan.
Iwan menegaskan, upaya dokumentasi menjadi bagian penting agar berbagai kebudayaan yang ada tidak hilang dan dapat terus dipelajari oleh generasi mendatang. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, komunitas, pelaku seni, maestro, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya.
Ia pun berpesan kepada seluruh pelaku seni dan budaya di Kalimantan Tengah untuk terus bersemangat dalam berkarya dan melestarikan kebudayaan daerah.
Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Tengah bersama Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung berbagai langkah yang dilakukan para pelaku budaya dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Tenaga Ahli Bidang Budaya dan Ekonomi Kreatif Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Cheryl Tanzil Anelia, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memajukan seni dan budaya di Kalimantan Tengah. Selain sinergi, dukungan pendanaan juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di daerah.
Hal tersebut disampaikan Cheryl saat menghadiri kegiatan seni budaya yang digelar di UPT Taman Budaya, Jalan Temanggung Tilung XIII, Palangka Raya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki kekayaan seni dan budaya yang telah tumbuh sejak lama dan menjadi warisan berharga yang harus terus dilestarikan sekaligus dikembangkan.
Cheryl mengatakan, salah satu misi pemerintah saat ini adalah memperkuat pelestarian dan pengembangan kebudayaan. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga berbagai organisasi perangkat daerah agar program-program kebudayaan dapat berjalan lebih optimal.
Ia juga mendorong agar kegiatan seni budaya dipadukan dengan berbagai aktivitas masyarakat, seperti bazar, pameran, maupun kegiatan publik lainnya. Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan seni dan budaya daerah.
Menurut Cheryl, seni dan budaya Indonesia telah mendapat apresiasi tinggi di berbagai negara. Karena itu, masyarakat Indonesia juga harus memiliki kebanggaan yang sama terhadap budaya bangsa serta terus mendukung upaya pelestariannya.
Ia pun mengajak media massa untuk berperan aktif mempublikasikan berbagai kegiatan seni dan budaya. Menurutnya, pemberitaan yang luas akan meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal dan menyaksikan pertunjukan seni budaya di daerah.
Dalam kesempatan itu, Cheryl turut menjelaskan adanya Program Manajemen Talenta Nasional yang memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang, termasuk di bidang kebudayaan. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan dukungan melalui Dana Abadi Kebudayaan yang dijalankan melalui program Dana Indonesia Raya. Program ini dikelola Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan untuk mendukung seniman, budayawan, komunitas seni, serta berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan. Para pelaku seni dapat mengakses program tersebut sesuai mekanisme dan persyaratan yang telah ditetapkan.
Cheryl berharap para pelaku seni dan budaya di Kalimantan Tengah dapat memanfaatkan berbagai peluang yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian warisan bangsa, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu menciptakan peluang ekonomi dan memberdayakan generasi muda.
"Pengembangan budaya membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, pelaku seni, komunitas, dunia usaha, media, dan masyarakat harus bersama-sama membuka lebih banyak ruang pertunjukan, promosi, serta pengembangan talenta agar seni budaya Kalimantan Tengah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tutup Cheryl.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Kementerian Kebudayaan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Central Kalimantan Choreographer Meeting (CKCM) 2026 yang dinilai menjadi ruang penting dalam pengembangan talenta seni dan budaya, khususnya seni pertunjukan dan seni tari di Kalimantan Tengah. Yang di gelar di UPT Taman budaya, jalan temanggung Tilung XIII, provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (21/7/2026).
Staf Ahli Menteri Kebudayaan RI Bidang Hukum dan Kebudayaan, Masitoh Anisa Ramadhani Al Katiri, mengatakan CKCM 2026 sejalan dengan program Manajemen Talenta Nasional yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Kebudayaan dan bagian dari program pemerintah dalam membina talenta-talenta di bidang seni.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, para pelaku seni tidak hanya mendapatkan ruang untuk menyalurkan bakat, tetapi juga memperoleh coaching serta kesempatan untuk saling berinteraksi dan bertukar pengalaman. Talenta-talenta yang berkembang diharapkan dapat dipromosikan hingga tingkat nasional maupun internasional sebagai duta budaya Indonesia.
Kementerian Kebudayaan juga mengapresiasi keberagaman adat istiadat dan budaya yang dimiliki Kalimantan Tengah. Berbagai tradisi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk prosesi tepung tawar, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Masitoh menegaskan, kegiatan pelestarian budaya seperti ini perlu terus dilakukan secara rutin, baik dalam kegiatan formal maupun berbagai pertemuan di tingkat pusat dan daerah. Pelestarian budaya, menurutnya, tidak cukup hanya dengan memiliki warisan budaya, tetapi harus diwujudkan melalui praktik dan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut semakin penting di tengah perkembangan era globalisasi. Generasi muda perlu terus diperkenalkan dengan berbagai tradisi dan kebudayaan daerah agar warisan budaya tidak hilang, melainkan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Saat ini, Indonesia memiliki banyak maestro, penutur, pewaris, dan pelaku seni budaya yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan. Karena itu, regenerasi menjadi salah satu hal yang harus terus didorong agar pengetahuan, keterampilan, dan tradisi budaya tetap hidup.
Kegiatan CKCM 2026 diharapkan dapat menjadi ruang regenerasi bagi para pelaku budaya. Melalui ruang untuk belajar, berinteraksi, berlatih, dan mengembangkan kreativitas, generasi muda diharapkan mampu melanjutkan keberadaan ruang-ruang kebudayaan sekaligus menciptakan karya-karya baru yang tetap berakar pada budaya daerah.
Kementerian Kebudayaan juga mengajak para pelaku seni dan budaya di seluruh Indonesia agar tidak memandang budaya hanya sebagai sesuatu yang telah berlalu atau sekadar warisan masa lalu. Sebaliknya, budaya harus dipandang sebagai sesuatu yang terus hidup, berkembang, dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Untuk itu, Kementerian Kebudayaan terus mendorong konsep ekonomi budaya dengan menjadikan kebudayaan sebagai hulu yang dapat dikembangkan ke berbagai sektor.
Kekayaan budaya dan warisan budaya tak benda dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung gastronomi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai sektor lainnya, sehingga budaya tetap relevan dan memberikan manfaat bagi masyarakat masa kini hingga generasi mendatang,"Pungkasnya.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan ekosistem seni dan budaya daerah melalui ruang kreativitas dan kolaborasi antar seniman. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran melalui sambutan yang dibacakan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Adi Soeseno.
Adi Soeseno, dalam sambutannya pada kegiatan Central Kalimantan Choreographers Meeting (CKCM) 2026, Yang Bertempat di UPT Taman Budaya, jalan Temanggung Tilung XIII, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (21/7/2026).
Adi Soeseno menyampaikan bahwa kesenian tidak sekadar menjadi bentuk hiburan, tetapi juga merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter, pelestarian identitas, dan kesejahteraan jiwa masyarakat. Ia mengaku bangga melihat ekosistem seni daerah di Kalimantan Tengah yang terus hidup dan berkembang secara dinamis.
Menurutnya, Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan kekayaan alam dan hutan tropisnya, tetapi juga memiliki bentang talenta seni budaya yang sangat luas. Keragaman budaya di setiap wilayah menjadi kekuatan yang terus dikembangkan oleh para talenta muda melalui karya-karya inovatif tanpa meninggalkan nilai dan ruh budaya yang diwariskan para leluhur.
Apresiasi juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI. Mewakili Menteri Kebudayaan, Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Al Katiri, menilai CKCM menjadi contoh nyata keberhasilan daerah membangun ekosistem seni yang berkelanjutan. Dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Cheryl Anelia Tanzil, menilai Keberhasilan CKCM.
Rangkaian CKCM 2026 menjadi salah satu upaya nyata dalam merawat dan mengembangkan potensi tersebut. Melalui program Central Kalimantan Choreographers Meeting bekerja sama dengan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya melalui skema MTN Lab Kemah Tari CKCM 2026, para peserta menghadirkan tafsir perjalanan dalam bentuk karya koreografi yang telah berlangsung sejak 15 Juli 2026.
Adi menilai, karya seni yang berkualitas lahir melalui proses yang panjang, mulai dari ruang inkubasi yang terstruktur, lokakarya intensif, hingga pembinaan yang terarah. Karena itu, Kemah Tari CKCM tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang bagi penari dan koreografer untuk membangun jejaring, bertukar gagasan, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas kekaryaan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga disuguhkan Pentas Karya Maestro sebagai penampil kehormatan. Para maestro seni dan budaya disebut sebagai pahlawan pelestari budaya yang karya-karyanya menjadi arsip hidup mengenai sejarah, estetika, dan filosofi masyarakat Kalimantan Tengah.
Menurut Adi, karya para maestro harus menjadi inspirasi sekaligus kompas bagi generasi muda agar tetap mengenal akar budayanya, meskipun terus melakukan eksplorasi dan inovasi dalam mengembangkan kesenian daerah.
Ke depan, ia berharap sinergi dan kolaborasi antar seniman, pemerintah, serta berbagai pihak dapat terus diperkuat. Manajemen seni yang baik dan ruang perjumpaan bagi para seniman dinilai penting untuk terus diwujudkan secara konsisten demi menjaga keberlanjutan ekosistem kebudayaan di Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, akan terus hadir dan mendukung berbagai upaya yang dapat memperkokoh ketahanan budaya, termasuk dengan memberikan apresiasi dan ruang bagi perkembangan seni di tengah masyarakat.
Menutup sambutannya, Adi Soeseno menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Kotawaringin Art Festival, Central Kalimantan Choreographers Meeting, dan MTN Lab Kemah Tari CKCM. Ia mengajak seluruh pelaku seni untuk terus berkarya, menjaga tradisi, serta mengharumkan nama Kalimantan Tengah melalui karya seni dan budaya.
(Era Suhertini)