Berita Lain
news
P. Raya

Khemal Nasery Dorong Bahasa Dayak Ngaju Jadi Muatan Lokal Wajib di Sekolah Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong penerapan penggunaan bahasa Dayak Ngaju sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah di lingkungan sekolah. Salah satu gagasan yang disampaikan ialah menetapkan hari tertentu bagi siswa untuk wajib menggunakan bahasa Dayak dalam kegiatan di sekolah.

Gagasan tersebut disampaikan Khemal saat ditemui seusai Sidang Paripurna ke-9 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyinggung pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Hak Kekayaan Intelektual serta pentingnya menjaga keaslian bahasa yang digunakan masyarakat Kota Palangka Raya.

Menurut Khemal, penggunaan bahasa daerah dalam muatan lokal pendidikan perlu disesuaikan dengan karakteristik masyarakat setempat. Ia menilai bahasa Dayak Ngaju relevan untuk diterapkan karena digunakan secara umum oleh masyarakat Kota Palangka Raya.

“Bahasa yang dipakai oleh masyarakat Kota Palangka Raya pada umumnya itu Dayak Ngaju. Nah, itu saja yang kita terapkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan bahasa Dayak Ngaju dapat dilakukan melalui program muatan lokal (mulok) yang telah tersedia di sekolah-sekolah. Ke depan, sekolah dapat menetapkan hari tertentu sebagai waktu wajib berbahasa Dayak bagi para siswa.

(Olivia Teja)

news
P. Raya

Menuju Palangka Raya Cerdas Loncatan Digitalisasi Data Kelurahan Siap Ubah Wajah Pelayanan Publik

PALANGKA RAYA – Wajah pembangunan Kota Palangka Raya bersiap memasuki babak baru yang lebih modern. Tidak lagi sekadar mengandalkan perencanaan konvensional, Kota Cantik kini bertransformasi menuju era kepemimpinan berbasis basis data cerdas yang dimulai dari titik terdepan yaitu tingkat kelurahan.

Langkah strategis ini mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Palangka Raya terkait penyampaian Pidato Pengantar Ketua DPRD mengenai dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Senin (12/10/2026).

Raperda Data Kelurahan Presisi hadir bukan sekadar sebagai instrumen regulasi, melainkan sebagai peta navigasi masa depan bagi alokasi anggaran dan program kemasyarakatan. Dengan sistem ini, kebutuhan mendasar warga di tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga kelurahan akan terekam secara sistematis, akurat, dan terkini

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, menekankan bahwa penguatan informasi dari akar rumput adalah kunci utama untuk menghadirkan keadilan pembangunan. Ketika data di tingkat bawah terintegrasi secara utuh, setiap kebijakan daerah akan benar-benar menyentuh realitas yang dibutuhkan warga.

Inovasi tata kelola berbasis data presisi ini mendapat pengawalan penuh dari lembaga legislatif. DPRD Kota Palangka Raya menyatakan komitmennya untuk mengawal pembahasan Raperda bersama pihak eksekutif hingga tahap legalisasi dan implementasi di lapangan.

Sinergi kuat antara legislatif dan eksekutif ini diharapkan tidak berhenti di meja regulasi, melainkan segera berdenyut hingga ke tingkat RT dan kelurahan. Langkah ini menjadi momentum penting bagi Palangka Raya untuk membuktikan diri sebagai kota yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga matang dan presisi dalam mengelola setiap jengkal potensi demi kesejahteraan warganya.

(Olivia Teja)

news
P. Raya

Perkuat Akurasi Pembangunan, DPRD Palangka Raya Dorong Raperda Data Kelurahan Presisi

PALANGKA RAYA — Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendorong percepatan penggodokan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Data Kelurahan Presisi. Kehadiran regulasi ini dinilai sangat vital untuk mentransformasi tata kelola data pembangunan di tingkat tapak.

Subandi menjelaskan,  saat ditemui usai memimpin rapat  Paripurna  mendengarkan  pidato pengantar ketua DPRD tentang 2  Raperda,  bertujuan memperkuat akurasi dan validitas data yang dihimpun langsung dari tingkat kelurahan. Data yang presisi menjadi fondasi utama agar seluruh program perencanaan pembangunan dan alokasi anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tepat sasaran serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Senin (12/10/2026 ).

"Penguatan data dari tingkat bawah sangat mendasar. Dengan Data Kelurahan Presisi, setiap kebijakan pembangunan maupun penyaluran anggaran Pemkot dapat didasarkan pada kondisi riil di lapangan, sehingga meminimalkan potensi ketidaktepatan sasaran," ujar Subandi.

Melalui sistem pemerintahan berbasis data presisi ini, Pemkot Palangka Raya diharapkan memiliki basis data tunggal yang terintegrasi, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sekaligus menjadi sarana evaluasi efektivitas program daerah di berbagai sektor, mulai dari penanganan kemiskinan, infrastruktur pemukiman, hingga pelayanan publik dasar.

DPRD Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mengawal pembahasan Raperda ini bersama pihak eksekutif agar dapat segera disahkan dan diimplementasikan oleh jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat rukun tetangga dan kelurahan.

(Olivia Teja)

news
P. Raya

Perkuat Akurasi Pembangunan, DPRD Palangka Raya Dorong Raperda Data Kelurahan Presisi

PALANGKA RAYA — Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mendorong percepatan penggodokan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Data Kelurahan Presisi. Kehadiran regulasi ini dinilai sangat vital untuk mentransformasi tata kelola data pembangunan di tingkat tapak.

Subandi menjelaskan,  saat ditemui usai memimpin rapat  Paripurna  mendengarkan  pidato pengantar ketua DPRD tentang 2  Raperda,  bertujuan memperkuat akurasi dan validitas data yang dihimpun langsung dari tingkat kelurahan. Data yang presisi menjadi fondasi utama agar seluruh program perencanaan pembangunan dan alokasi anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya tepat sasaran serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Senin (12/10/2026 ).

"Penguatan data dari tingkat bawah sangat mendasar. Dengan Data Kelurahan Presisi, setiap kebijakan pembangunan maupun penyaluran anggaran Pemkot dapat didasarkan pada kondisi riil di lapangan, sehingga meminimalkan potensi ketidaktepatan sasaran," ujar Subandi.

Melalui sistem pemerintahan berbasis data presisi ini, Pemkot Palangka Raya diharapkan memiliki basis data tunggal yang terintegrasi, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini sekaligus menjadi sarana evaluasi efektivitas program daerah di berbagai sektor, mulai dari penanganan kemiskinan, infrastruktur pemukiman, hingga pelayanan publik dasar.

DPRD Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mengawal pembahasan Raperda ini bersama pihak eksekutif agar dapat segera disahkan dan diimplementasikan oleh jajaran pemerintah daerah hingga ke tingkat rukun tetangga dan kelurahan.

(Olivia Teja)