Palangka Raya - Batik merupakan salah satu karya kerajinan tangan khas Indonesia yang terdiri dari teknik menghias kain polos menggunakan lilin sebagai warna yang nantinya akan dibentuk sesuai pola masing-masing daerah. Setiap batik yang ada di Nusantara tentunya memiliki corak yang berbeda-beda tergantung asal daerah dibuatnya batik tersebut.
Contohnya seperti batik lokal yang beredar luas di Palangka Raya yang memiliki motif tersendiri beserta makna filosofisnya. Batik khas Palangka Raya, atau yang bisa kita kenal sebagai batik bintik memiliki ciri utama berupa motif yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan dan kekayaan alam suku Dayak yang tinggal di Kalimantan Tengah ini.
Batik Benang bintik memiliki ciri khas pada bentuk motifnya yang terinspirasi dari batang garing (pohon kehidupan) yang melambangkan keseimbangan antara hubungan manusia, alam dan sang pencipta. Oleh karena itu, melestarikan batik daerah tidak hanya berfokus pada penggunaan seragam batik di sekolah saja, melainkan tentang menjaga fondasi budaya lokal kita agar terus bisa mengikuti arus modernisasi tanpa jauh tertinggal di belakang sana.
Dengan membeli dan memakai produk batik lokal, berarti kita telah mendukung ribuan UMKM dan tentunya para pengrajin batik lokal di Kalimantan Tengah. Hal ini tentunya bisa membantu meminimalisir terlupakannya batik-batik lokal dan mengangkat pengrajin batik untuk bisa terus bersaing melawan arus tren fashion dengan bangga.
Mari kita jadikan batik lokal sebagai cermin jiwa masyarakat. Bangga menggunakan batik, bangga budaya Kalimantan Tengah.
(Viaini Nur Faidah)
Palangka Raya - Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, menerima kunjungan audiensi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Macan Asia Indonesia Provinsi Kalteng, di Lobi Utama Mapolda setempat, Jumat siang (10/4/2026).
Dalam audiensi tersebut, Kapolda Kalteng didampingi Karorena Brigjen Pol Andreas Wayan Wicaksana, dan sejumlah pejabat utama Polda serta turut dihadiri Ketua DPD Macan Asia Indonesia Kalteng Abdul Rahman, beserta pengurus lainnya.
Kapolda Kalteng melalui Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas inisiatif dialog ini dalam upaya memperkuat kerjasama dan sinergi antara Polri dengan Macan Asia Indonesia.
"Kami terbuka untuk mendengar aspirasi khususnya terkait kamtibmas di wilayah Bumi Tambun Bungai, sehingga dapat berjalan aman dan kondusif," ungkap Kabidhumas.
Kombes Budi juga menegaskan komitmen Polda Kalteng untuk siap bersinergi dalam memberikan fasilitas dukungan terhadap penanganan dan penyelesaian permasalahan dalam hal penanganan narkoba dan sumber daya alam.
"Harapannya melalui audiensi ini sinergi dan kerjasama antara Polda Kalteng bersama organisasi MAI dapat berjalan baik kedepannya," demikian Budi.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Kegiatan senam kolaborasi antara Senam Tera Indonesia (STI) dan Dancemix Indonesia (DMI) sukses digelar di Lippo Plaza Palangka Raya, lantai 1 (area paling atas), Sabtu (11/4/2026).
Acara ini menghadirkan Coach Candra dan Dini Gandini, serta disambut antusias oleh para peserta dari berbagai kalangan.
Ketua Senam Tera Indonesia Kota Palangka Raya, Candrawati, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan senam Tera Indonesia kepada masyarakat luas, khususnya di Kota Palangka Raya. Kolaborasi dengan Dancemix Indonesia diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga senam yang sehat, energik, dan menyenangkan.
Ia berharap masyarakat dapat bergabung secara rutin dalam kegiatan senam yang dijadwalkan ke depan. “Mudah-mudahan masyarakat luas bisa ikut bergabung dan menjadikan senam sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya.
Candrawati juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan diri menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) mendatang. Persiapan dilakukan secara bertahap dengan melatih para peserta yang akan mewakili Kota Palangka Raya.
“Persiapan sudah kami lakukan dari sekarang, step by step kami melatih teman-teman yang akan dibawa ke FORNAS. Insya Allah saat berangkat nanti bisa memberikan hasil terbaik untuk Senam Tera Indonesia Kota Palangka Raya,” tambahnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Ikatan Senam Dancemix Indonesia (ISDMI) Provinsi Kalimantan Tengah, Dini Gandini, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas terselenggaranya kolaborasi tersebut. Menurutnya, ini merupakan kesempatan pertama Dancemix Indonesia berkolaborasi dengan Senam Tera Indonesia.
“Kami sangat bangga dan bahagia. Ini adalah kesempatan pertama bisa berkolaborasi dengan Senam Tera Indonesia. Dua olahraga ini sama-sama memiliki semangat kebersamaan dan kesehatan, sehingga menjadi momen yang sangat berharga,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme para instruktur maupun member yang mengikuti kegiatan tersebut. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.
“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin, dengan antusias masyarakat Kota Palangka Raya yang terus meningkat. Semakin banyak yang mengenal, semakin berkembang, dan semakin sukses ke depannya,” pungkasnya.
Kegiatan semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize kepada para peserta di akhir acara. Pembagian hadiah tersebut menjadi penutup yang menambah semangat dan kebersamaan, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta yang hadir.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan akses bimbingan belajar (bimbel), khususnya bagi siswa di wilayah pedalaman.
Salah satunya melalui pelaksanaan Try Out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 secara gratis bekerja sama dengan Ruang Guru.
Program ini menjadi angin segar bagi siswa yang selama ini kesulitan mengakses bimbel karena keterbatasan fasilitas dan biaya. Di banyak wilayah pedalaman, bimbel masih jarang tersedia, bahkan jika ada, biayanya tergolong tinggi sehingga tidak semua siswa mampu menjangkaunya.
Kondisi tersebut kerap membuat siswa menghadapi UTBK dengan persiapan terbatas, tanpa pengalaman simulasi ujian yang memadai. Padahal, pemahaman pola soal dan latihan intensif menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan masuk perguruan tinggi.
Melalui try out gratis ini, Pemprov Kalteng menghadirkan alternatif yang setara dengan bimbel berbayar. Kolaborasi dengan Ruang Guru memungkinkan siswa mengakses latihan soal berkualitas, sistem ujian digital, serta pengalaman yang menyerupai UTBK sesungguhnya.
Sejumlah siswa mengaku sangat terbantu dengan program ini. Fujianti, siswa kelas XII SMAN 1 Dusun Utara, menyampaikan bahwa try out tersebut memberikan gambaran nyata ujian sebenarnya dan meningkatkan rasa percaya diri.
Hal serupa diungkapkan Keysa Fadila Nasiti dari SMAN 1 Timpah yang menilai soal-soal yang diberikan cukup menantang dan aplikasinya mudah digunakan. Sementara itu, Cindy Antika Putri dari SMAN 1 Kota Besi menyebut pelaksanaan berjalan lancar dengan format 160 soal dalam waktu tiga jam, menyerupai UTBK asli.
Gugun Albertus juga menilai kegiatan ini penting untuk mengukur kemampuan diri sekaligus menyadarkan pentingnya persiapan yang matang. Apresiasi juga datang dari Helvi Septian Saputra (SMAN 2 Kahayan Tengah) yang merasa lebih siap menghadapi UTBK setelah mengikuti try out tersebut.
Dukungan pemerintah daerah turut diapresiasi oleh Salma Olivia yang menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta jajaran Dinas Pendidikan atas penyelenggaraan program ini. Sementara Mandala Jossi dari SMAN 1 Sanaman Mantikei menilai try out ini membantu mengidentifikasi kekurangan untuk diperbaiki.
Di sisi lain, Franugia Fersaly Inggie berharap program serupa dapat terus berlanjut agar semakin banyak siswa, khususnya di pedalaman, mendapatkan kesempatan yang sama dalam mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi.
Program ini menjadi langkah strategis Pemprov Kalteng dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Dengan adanya try out UTBK gratis, peluang siswa untuk bersaing masuk perguruan tinggi kini semakin terbuka lebar, tanpa terhambat oleh keterbatasan akses maupun kondisi ekonomi.
Kolaborasi dengan Ruang Guru juga memperkuat kualitas pelaksanaan, memastikan bahwa seluruh siswa di Kalimantan Tengah dapat merasakan manfaat pendidikan yang lebih merata dan inklusif.
(Era Suhertini)