Berita Lain
news
Kalteng

Dukcapil Kalteng Hadirkan Layanan Gratis di Kalteng Expo 2026, Warga Antusias Urus Dokumen Kependudukan

Palangka Raya - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah serta pelaksanaan Kalteng Expo 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Tengah turut berpartisipasi dengan membuka stand pelayanan administrasi kependudukan di Gedung Serba Guna GOR Indoor, Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026).

Berbagai layanan diberikan secara gratis kepada masyarakat, mulai dari pembuatan E-KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pembaruan foto KTP yang sudah rusak atau tidak jelas.

Plt Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Kalimantan Tengah, Tirta mengatakan, kehadiran stand pelayanan tersebut merupakan bentuk partisipasi Dukcapil dalam memeriahkan HUT Kalteng sekaligus mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Ia menyampaikan, antusias masyarakat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, administrasi kependudukan merupakan identitas penting yang harus dimiliki setiap warga negara.

“Puji syukur masyarakat yang hadir cukup besar. Administrasi kependudukan ini sangat penting karena berkaitan dengan identitas pribadi masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada seluruh petugas Dukcapil yang memberikan pelayanan dengan ramah sehingga masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.

Selain pelayanan E-KTP, Dukcapil juga melayani pembuatan KIA, pembaruan KK, hingga pergantian foto KTP bagi masyarakat yang ingin memperbarui identitasnya, termasuk perubahan foto berhijab maupun KTP yang sudah rusak.

Tirta juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya, Dukcapil Kota Palangka Raya, serta Diskominfo yang telah membantu penyediaan jaringan internet selama kegiatan berlangsung sehingga pelayanan dapat berjalan lancar hingga penutupan acara.

“Kegiatan ini bisa berjalan dengan baik karena adanya kolaborasi dan dukungan semua pihak. Syukur alhamdulillah jaringan selama pameran berjalan lancar sampai kegiatan berakhir,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Tirta juga mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah agar selalu menjaga dan mengurus administrasi kependudukan dengan baik, terutama bagi anak-anak yang telah memasuki usia 17 tahun agar segera melakukan perekaman KTP elektronik.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyebarkan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau menyebarkan data pribadi ke publik. Banyak kasus penyalahgunaan identitas untuk pinjaman online yang merugikan masyarakat. Kalau membagikan foto identitas, sebaiknya bagian penting seperti NIK diblur,” tegasnya.

Seluruh layanan yang diberikan selama Kalteng Expo tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Program pelayanan ini juga merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Kawal Keberangkatan Kapolda Kalteng, Satpamobvit Polresta Pastikan Pengamanan di Bandara Tjilik Riwut

Palangka Raya - Satsamapta Objek Vital (Satpamobvit) Polresta Palangka Raya melaksanakan pengamanan kegiatan keberangkatan Kapolda Kalimantan Tengah beserta rombongan di Bandara Tjilik Riwut.

Pengamanan dilakukan pada area VIP Room hingga apron lama guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kasatpamobvit AKP Suranto menyampaikan bahwa kehadiran personel merupakan bagian dari dukungan pengamanan terhadap kegiatan pimpinan di wilayah hukum Polresta Palangka Raya.

“Kami melaksanakan pengamanan secara maksimal pada seluruh rangkaian keberangkatan, mulai dari kedatangan di ruang VIP hingga menuju helikopter, guna memastikan situasi tetap kondusif,” jelasnya, Senin (23/3/2026).

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan ketat di titik-titik strategis serta berkoordinasi dengan instansi terkait di lingkungan bandara.

Dengan kesiapsiagaan tersebut, seluruh rangkaian keberangkatan Kapolda Kalimantan Tengah beserta rombongan dapat berlangsung dengan aman dan lancar tanpa adanya hambatan berarti.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

BPS Kalteng Jemput Data Ekonomi Hingga Pelaku Usaha Digital Lewat Sensus Ekonomi 2026

Palangka Raya - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggencarkan sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 kepada masyarakat. Momentum Kalteng Expo 2026 dimanfaatkan BPS Kalteng bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah melalui program podcast edukatif yang digelar di stand pameran Diskominfosantik, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dipandu host Ika Alkinaya dan menghadirkan Ketua Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Kalimantan Tengah, Silvia Sari, sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Silvia menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Sensus ini bertujuan memotret secara menyeluruh kondisi dan perkembangan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah hingga wilayah terkecil.

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan dan dinamika ekonomi kita selama sepuluh tahun terakhir setelah sensus tahun 2016,” ujar Silvia.

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 237.912 usaha di Kalimantan Tengah. Sebagian besar usaha tersebut berada di wilayah Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, dan Kota Palangka Raya. Dari jumlah tersebut, sekitar 98,42 persen merupakan Usaha Mikro Kecil (UMK) yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah, terutama di sektor perdagangan.

Silvia juga menegaskan bahwa di tengah perkembangan era digital dan big data, metode pendataan langsung atau door to door masih sangat diperlukan. Hal itu untuk memastikan seluruh pelaku usaha dapat terdata, termasuk pelaku usaha rumahan, pedagang online, hingga content creator yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau dalam pendataan konvensional.

“Semua sektor usaha akan didata, mulai dari pertambangan, pertanian, perdagangan, hingga jasa akomodasi dan kuliner, baik usaha besar maupun mikro,” jelasnya.

Tahapan awal pelaksanaan SE 2026 telah dimulai pada Mei 2026 melalui metode pengisian mandiri secara online serta pendampingan pengisian bersama atau “Ngibar” bagi usaha besar dan menengah. Sementara pendataan lapangan secara door to door kepada masyarakat akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Kalteng mengerahkan sebanyak 2.487 mitra statistik yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Seluruh petugas telah melalui proses seleksi dan pelatihan khusus.

Masyarakat juga diimbau tidak khawatir terkait keamanan data. BPS memastikan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan undang-undang dan hanya akan dipublikasikan dalam bentuk data agregat.

Petugas sensus resmi nantinya dilengkapi atribut rompi hitam-oranye, surat tugas, serta tanda pengenal dengan QR Code untuk memudahkan masyarakat memverifikasi identitas petugas di lapangan.

Di akhir perbincangan, Silvia Sari mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Tengah untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan jujur.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun program bantuan, stimulus usaha, hingga kebijakan pembangunan ekonomi jangka panjang agar lebih tepat sasaran.

“Mari bersama-sama sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat untuk pembangunan ekonomi Kalimantan Tengah,” tutupnya.

(Era Suhertini)

news
Kalteng

Pendidikan Jadi Prioritas, Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Komitmen Bangun SDM Kalteng

Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pendidikan di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, seusai mengikuti upacara peringatan HUT Kalteng ke-69 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Reza, selama satu tahun tiga bulan kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berhasil meraih berbagai prestasi, capaian, dan penghargaan baik dari pemerintah pusat, media nasional, maupun berbagai lembaga lainnya.

“Alhamdulillah, hari ini Kalimantan Tengah merayakan hari ulang tahun yang ke-69. Ini merupakan tonggak sejarah di mana Bapak Gubernur Agustiar Sabran selama 1 tahun 3 bulan memimpin telah menorehkan banyak sekali prestasi, capaian, dan penghargaan, baik dari media maupun dari pemerintah,” ujarnya.

Ia menilai berbagai capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa arah pembangunan Kalimantan Tengah saat ini sudah berada di jalur yang tepat atau on the track, termasuk dalam pembangunan sektor pendidikan.

Reza menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus melakukan pembenahan di berbagai bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat hingga pelosok daerah.

“Kita akan terus berbenah. Jika masih terdapat kekurangan, khususnya di sektor pendidikan, tentu akan selalu kita perbaiki,” katanya.

Selain itu, ia menyebut proses digitalisasi pendidikan di Kalimantan Tengah saat ini berjalan cukup baik. Berbagai program strategis pendidikan juga tetap menjadi prioritas dan tidak mengalami pengurangan anggaran.

“Alhamdulillah, proses digitalisasi saat ini juga sudah berjalan dengan baik. Selain itu, program-program strategis di dunia pendidikan tidak ada yang dikurangi oleh Bapak Gubernur. Hal ini merupakan wujud nyata perhatian beliau,” ungkap Reza.

Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menyinggung isu yang sempat ramai di tingkat nasional terkait status guru pada akhir tahun 2026 hingga 2027 mendatang. Ia memastikan para tenaga pendidik tidak perlu khawatir karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan guru.

“Bapak Gubernur menegaskan fokusnya pada dunia pendidikan. Untuk guru-guru yang dimaksud, tidak perlu khawatir karena Bapak Gubernur tidak memangkas anggaran pendidikan, khususnya untuk gaji para guru,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Kalteng Berkah yang semakin maju, unggul, dan bermartabat.

(Era Suhertini)