Palangka Raya - Bhabinkamtibmas Kelurahan Panarung Polsek Pahandut Polresta Palangka Raya melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan pangan dari pemerintah kepada warga di Aula Kelurahan Panarung.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan dan pelayanan guna memastikan proses distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran kepada masyarakat penerima.
Dalam pelaksanaannya, bantuan yang disalurkan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 1 liter kepada sebanyak 981 warga penerima manfaat.
“Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, serta tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima,” jelas Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Sabtu (18/4/2026).
Selain melakukan pengawasan, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga agar tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Masyarakat turut diingatkan untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan kamtibmas melalui layanan Polri 110 maupun kepada petugas terdekat.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut berlangsung dengan lancar dan menjadi wujud sinergi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat dalam mendukung kesejahteraan bersama.
(Era Suhertini)
Jakarta - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di kediamannya, Menteng, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Dalam pertemuan, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah dan Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid.
"Ibu Megawati dan Dubes Ralf Beste membahas geopolitik termasuk situasi saat ini di Timur Tengah dan tentang Konferensi Asia Afrika (KAA Bandung) yang besok akan diperingati ke 71 tahun," kata Hasto usai pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam.
Saat tiba dan disambut Megawati, Dubes Jerman menyampaikan dirinya baru saja berkunjung ke Bandung dan melihat Museum KAA.
"Saya berkeliling untuk lebih mengenal Indonesia. Saya baru saja ke Bandung dan mengunjungi Museum KAA," kata Dubes Ralf.
Dubes Jerman kagum dengan peran Soekarno saat ini dalam menggerakkan kebangkitan negara di wilayah Asia dan Afrika.
"Tergores sejarah kepeloporan Bung Karno dalam KAA tersebut. Menurut Dubes Jerman, pemikiran dan spirit KAA masih relevan," kata Hasto.
Mendengar Dubes Jerman menyinggung KAA, Megawati lantas menceritakan pengalamannya mendampingi Presiden Soekarno menjadi delegasi termuda dengan usia 14 tahun saat hadir di KTT Gerakan Non Blok di Beograd, Yugoslavia pada 1961. Megawati mengenang momen duduk bersama tokoh bangsa antara lain Jawaharlal Nehru (India) dan Gamal Abdel Nasser (Mesir).
"Saat itu mereka saya panggil uncle (paman)," kata Megawati sambil tersenyum.
Dalam konferensi tersebut, Megawati diwajibkan oleh Bung Karno untuk bertemu dengan para pemimpin dunia dan membuat catatan khusus terhadap apa yang disampaikan.
Dialog Megawati dan Dubes Jerman makin hangat,
Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menyebut Megawati pun lantas memberikan sejumlah buku teks pidato Bung Karno di KAA, buku teks pidato saat Bung Karno berbicara di Perserikatan Bangsa-bangsa dengan judul To Build The World A New serta buku Lahirnya Pancasila.
Sementara itu, saat membahas isu terkini, Basarah menjelaskan, Megawati menyampaikan pentingnya dilakukan antisipasi terjadinya krisis global. Megawati juga menceritaan krisis ekonomi saat 1997 dan membereskannya saat menjadi presiden.
"Ibu Megawati memaparkan bagaimana pemerintahannya saat itu berhasil menstabilkan nilai tukar Rupiah, membayar hutang luar negeri Indonesia dan berhasil menyelesaiakan krisis," sebut Basarah.
"Ibu Megawati juga menceritakan pengalamannya yang tidak mudah menyelesaikan krisis multidimensi ketika menjadi Presiden Kelima RI dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di BPPN hingga melunasi pinjaman ke IMF. Mengapa itu disampaikan? Karena perang terhadap Iran dan dampak pemblokiran Selat Hormuz menjadikan dunia dihadapkan pada krisis yang harus diantisipasi," lanjut Basarah mengutip Megawati.
Sebelum Dubes Jerman pamit, keduanya saling bertukar cinderamata dan saat foto bersama, Megawati sambil senyum menanyakan tinggi badan Dubes Ralf yang tinggi menjulang.
(Samhadi)
Palangka Raya - Satsamapta Polresta Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan kasus pemukulan terhadap seorang pelajar dengan mendatangi lokasi kejadian di Jalan Garuda, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.
Kehadiran personel di lokasi bertujuan untuk melakukan pengecekan situasi, menggali keterangan awal, serta memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
“Setiap laporan yang masuk dari masyarakat akan kami tindaklanjuti dengan cepat sebagai bentuk pelayanan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” jelas Kasatsamapta AKP Suyatman mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., Jum’at (17/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, personel juga berkoordinasi dengan pihak terkait serta mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polresta Palangka Raya dalam memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat guna menciptakan rasa aman di lingkungan.
(Era Suhertini)
Palangka Raya - Kepolisian Resor Kota Palangka Raya, Polda Kalteng mulai bergerak untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh jajarannya untuk menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada wilayah hukumnya.
Seperti halnya kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh Polsek Sabangau jajarannya dengan memperkuat sinergitas bersama seluruh unsur terkait di wilayahnya, salah satunya yakni bersama pihak Manggala Agni, Jumat (17/4/2026) siang.
Kapolresta, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek, Iptu Ahmad Taufiq menjelaskan, upaya itu dilakukan saat menyambangi Kantor Manggala Agni di wilayah Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
“Dalam sambang tersebut kami pun melakukan koordinasi terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi terjadinya karhutla di wilayah Kecamatan Sabangau, sembari juga mengecek sarana dan prasarana penanganan karhutla milik Manggala Agni,” jelasnya.
Ahmad Taufiq mengungkapkan bahwa upaya tersebut merupakan langkah awal untuk mempersiapkan seluruh upaya penanggulangan karhutla mulai dari pencegahan, penanganan hingga mitigasi dampaknya.
“Maka apabila suatu saat terjadi karhutla di wilayah Kecamatan Sabangau kami pun telah siap untuk menanganinya secara cepat, tepat dan optimal, sehingga dampaknya pun dapat termitigasi dengan baik,” ungkapnya.
(Era Suhertini)