Palangka Raya – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Herson B. Aden menegaskan bahwa pembangunan dan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran berharap keberadaan fasilitas SPPG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan di daerah.
Ia menjelaskan, peluang penyerapan tenaga kerja dapat terjadi sejak tahap konstruksi hingga operasional, termasuk pada sektor pendukung seperti distribusi bahan pangan, pengelolaan logistik, hingga jasa lainnya yang berkaitan dengan rantai pasok.
“Pemerintah Provinsi siap mendukung sinergi lintas sektor agar manfaat ekonomi dari program ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” pungkasnya. Jumat (13/02/2026).
Program pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.
(Deddy)
Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap operasionalisasi dan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari penguatan infrastruktur nasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat sarana dan prasarana melalui operasionalisasi dan pembangunan SPPG ini,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah Herson B. Aden. Jumat (13/02/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan pemenuhan gizi dan penguatan distribusi pangan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pembangunan infrastruktur SPPG dan gudang ketahanan pangan dinilai mampu mendorong pergerakan sektor konstruksi, distribusi logistik, serta membuka peluang usaha pendukung lainnya di daerah.
Herson menegaskan, Pemprov Kalteng siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.
(Deddy)
Palangka Raya – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Setda Prov. Kalteng) Herson B. Aden mewakili Gubernur Kalimantan Tengah menghadiri kegiatan Peresmian dan Groundbreaking Pembangunan 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari SPPG Palmerah Polres Jakarta Barat, Jumat (13/02/2026), dan diikuti oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Mewakili Gubernur, Herson menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan dan program strategis pemerintah pusat dalam rangka percepatan pembangunan nasional, khususnya di bidang penguatan ketahanan pangan dan peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sistem logistik dan distribusi pangan nasional, sehingga mampu menjaga stabilitas pasokan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Pemprov Kalteng, lanjutnya, siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan jajaran terkait untuk memastikan implementasi program berjalan optimal di daerah, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan perekonomian Kalimantan Tengah.
(Deddy)
Palangka Raya – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan GPM menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), di mana permintaan masyarakat cenderung meningkat.
“Kegiatan dilakukan oleh pemerintah untuk menstabilkan harga dan meningkatkan daya beli sehingga masyarakat dapat menjangkau dengan harga yang lebih murah,” ujarnya. Jumat (13/02/2026).
Ia menjelaskan, melalui GPM pemerintah menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Yuas berharap langkah intervensi ini mampu menekan potensi lonjakan harga di pasaran serta menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tetap kuat
(Deddy)