PALANGKA RAYA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya untuk segera mengambil langkah-langkah konkret guna mempercepat realisasi pendapatan dan belanja daerah menjelang berakhirnya Tahun Anggaran 2026.
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, usai memimpin Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung DPRD Palangka Raya, Senin (5/10/2026). Rapat tersebut beragendakan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pidato pengantar Wali Kota Palangka Raya mengenai Rancangan APBD (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.
Subandi mengungkapkan bahwa seluruh fraksi di DPRD Kota Palangka Raya memberikan perhatian serius terhadap capaian realisasi anggaran berjalan. Dalam pandangan umumnya, jajaran legislatif menilai realisasi belanja maupun penerimaan daerah masih belum optimal dan memerlukan akselerasi di sisa waktu tahun anggaran ini.
“Nah, termasuk saran dan masukan semua fraksi menyangkut realisasi pendapatan maupun belanja yang masih rendah. Tentu kita mendorong kepada Pemerintah Kota Palangka Raya segera melakukan langkah-langkah konkret untuk melakukan percepatan, baik itu pendapatan secara umum maupun pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja,” tegas Subandi kepada awak media usai rapat.
Lebih lanjut, Subandi menjelaskan bahwa langkah percepatan tersebut sangat krusial agar target-target pembangunan serta penerimaan yang telah ditetapkan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai secara optimal sebelum penutupan tahun anggaran.
DPRD berharap Pemko Palangka Raya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat segera mengevaluasi kendala di lapangan, memaksimalkan potensi penerimaan PAD, serta mempercepat penyerapan anggaran belanja demi memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya.
(Olivia Teja)
PALANGKA RAYA – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, memantau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Menteng untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dari hasil pemantauan tersebut, Puskesmas Menteng diketahui tetap menyediakan layanan oksigen dan instalasi gawat darurat (IGD) selama 24 jam. Pelayanan persalinan juga tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Pelayanan di Puskesmas Menteng tetap berjalan dengan baik. Kami melihat pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dilakukan, termasuk untuk kondisi darurat dan kebutuhan layanan selama 24 jam,” ujar Subandi, Jumat (2/10/2026).
Selain layanan oksigen dan IGD, Puskesmas Menteng juga tetap memberikan pelayanan bagi ibu yang akan melahirkan. Hingga saat ini, tercatat tujuh orang telah melahirkan dan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut.
Pemantauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung keberlangsungan pelayanan kesehatan, khususnya ketika kabut asap karhutla berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
Keberadaan layanan kesehatan yang tetap beroperasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhan, termasuk dalam kondisi yang memerlukan pertolongan segera.
Dengan tetap berjalannya layanan oksigen, IGD, dan persalinan selama 24 jam, Puskesmas Menteng menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang melayani kebutuhan masyarakat di Kota Palangka Raya di tengah kondisi kabut asap.
(Olivia Teja)
PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah guna mengantisipasi risiko kebakaran permukiman. Imbauan tersebut disampaikan menyusul tingginya perhatian terhadap kejadian kebakaran yang salah satunya diduga dipicu korsleting listrik.
Arif mengatakan, pemeriksaan instalasi listrik penting dilakukan, terutama pada rumah yang menggunakan jaringan listrik berusia lama. Instalasi yang tidak terawat atau tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pemakaian berpotensi meningkatkan risiko korsleting.
Menurut dia, penggunaan perangkat elektronik rumah tangga yang terus meningkat perlu diimbangi dengan perhatian terhadap keamanan instalasi listrik. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi kabel, sambungan, maupun komponen listrik lainnya.
“Hal ini dinilai penting mengingat penggunaan perangkat elektronik rumah tangga terus meningkat. Sementara instalasi listrik yang sudah berusia lama dapat meningkatkan risiko terjadinya korsleting apabila tidak dilakukan pemeriksaan maupun pembaruan,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, sebelumnya menyebut sekitar 60 persen kejadian kebakaran berkaitan dengan korsleting listrik.
Informasi tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki aktivitas penggunaan listrik cukup tinggi.
Untuk mengurangi risiko kebakaran, masyarakat perlu memastikan instalasi listrik dalam kondisi layak, menghindari penggunaan sambungan listrik secara berlebihan, serta segera memperbaiki komponen yang rusak melalui tenaga teknis yang kompeten.
Upaya pencegahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penghuni rumah sekaligus menekan risiko kebakaran permukiman di Kota Palangka Raya.
(Olivia Teja)
PALANGKA RAYA – Penyediaan fasilitas Rumah Oksigen oleh Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya, mendapat apresiasi dari anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim. Sejak dibuka sekitar satu bulan lalu, fasilitas tersebut telah dimanfaatkan oleh kurang lebih 48 warga yang membutuhkan layanan oksigen.
Arif menilai keberadaan Rumah Oksigen merupakan langkah positif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ini merupakan langkah yang baik dari Puskesmas Menteng. Artinya, ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan oksigen,” kata Arif, Kamis (1/10/2029).
Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang dapat membantu masyarakat ketika membutuhkan dukungan oksigen. Karena itu, upaya menghadirkan layanan yang mudah dijangkau perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia juga menyoroti pentingnya ketersediaan layanan kesehatan di tengah ancaman kabut asap karhutla yang dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Keberadaan Rumah Oksigen di Puskesmas Menteng diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas pendukung pelayanan kesehatan bagi warga Palangka Raya, khususnya ketika kondisi lingkungan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
(Olivia Teja)